Kepala Lapas Banyuasin Kembali Lakukan Panen Ketiga Melon Inthanon Sebanyak 2,5 Ton

133 views

Banyuasin – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali memanen melon varietas Inthanon hasil budidaya warga binaan di area green house lapas, Selasa (19/5).

Kegiatan ini merupakan panen ketiga yang dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dibidang Ketahanan Pangan.

Panen dilakukan pada lahan green house seluas 10 x 46 meter yang ditanami sebanyak 1.012 polibag. Dari hasil budidaya tersebut, rata-rata berat buah mencapai sekitar 2,5 kilogram dengan total produksi kurang lebih 2,5 ton.

BACA JUGA:  Kepala Rutan Sukadana Laksanakan Peninjauan Program Ketahanan Pangan di Lahan Budidaya Semangka

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, mengatakan hasil panen kali ini menunjukkan peningkatan kualitas dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi pembinaan, perawatan tanaman, serta keterlibatan aktif warga binaan dalam seluruh proses budidaya.

“Peningkatan hasil panen ini menunjukkan bahwa pembinaan keterampilan yang diberikan berjalan efektif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh kemampuan yang bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Tetra.

BACA JUGA:  Jembatan Way Gebang Kembali Berfungsi, Maksimal Beban 5 Ton

Ia menambahkan, pengembangan budidaya melon menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang diarahkan untuk membangun kemandirian warga binaan melalui praktik pertanian modern.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam pengelolaan pertanian, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banyuasin terus mendorong terciptanya pembinaan yang terukur dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *