Focus Group Discussian Pemprov Lampung Bersama Apindo dan Stakeholder Dalam Optimalisasi Peran Pelabuhan Panjang Pada Sistem Logistik Wilayah Sumbagsel

304 views

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Sebagai bentuk sinergitas Pemerintah Provinsi Lampung dan Stakeholder dalam mengoptimalisasi peran pelabuhan terhadap pertumbuhan perekonomian Provinsi Lampung yang diinisiasi oleh APINDO Lampung bertempat di Aula II B Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya digelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Optimalisasi Peran Pelabuhan Panjang Untuk Mendukung Sistem Logistik Perdagangan Nasional”.

Dihadiri Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang Imam Rahmiyadi, Ketua APINDO Provinsi Lampung Ary Meizari Alfian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Junanto Herdiawan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Ahmad Riswan Nasution.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TMP B Bandar Lampung Arif, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Evie Fatmawaty, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, Corporate Affair Director Great Giant Foods Welly Soegiono, Perwakilan BPS Lampung, Para Pengusaha Ekspor Impor dan Para Ketua Asosiasi Maritim Pelabuhan Panjang.

Dalam sambutannya Ketua APINDO menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang menghadiri FGD tersebut terutama Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung optimalisasi peran Pelabuhan sebagai rantai kegiatan logistik di Provinsi Lampung yakni Pelabuhan Panjang, “Kami atas nama APINDO mendorong seluruh stakeholder terkait untuk Bersama-sama secara optimal dalam mendukung system logistik perdagangan nasional terutama perdagangan di Provinsi Lampung dan rantai pasok logistik dari dan menuju Provinsi Lampung melalui Pelabuhan Panjang,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Jaga Immunitas Tubuh, Personel Kodim 0410/KBL Laksanakan Olahraga Bersama

Provinsi Lampung dianugerahi letak Geografis yang sangat strategis, sebagai pintu gerbang perekonomian Pulau Sumatera bagian selatan yang berhadapan langsung dengan pulau jawa sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional. Keunggulan ini menjadikan Lampung memiliki potensi besar sebagai pusat distribusi barang dan jasa, tidak hanya wilayah Sumatera tetapi juga bagi konektivitas nasional.

Dikesempatan yang sama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan hal senada yang menyebutkan bahwa pelabuhan Panjang memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh pelabuhan besar lainnya diwilayah Sumatera, dengan kedalaman dermaga mencapai 12 MLWs dan Pelabuhan Panjang memiliki Break Water alami yang terbentuk oleh faktor alam sehingga memiliki redaman terhadap ombak laut dalam.

“Kami Pemerintah Provinsi Lampung melalui Gubernur Rahmad Mirzani Djausal akan mendukung langkah Bersama dalam pengoptimalisasian Pelabuhan Panjang sebagai HUB Regional Sumatera untuk kegiatan rantai pasok logistik di pintu gerbang pulau Sumatera dan kami bersama dengan PT Hutama Karya juga telah berkerja sama dalam rencana pembangunan akses tol langsung ke pintu Pelabuhan termasuk lanjutan ke daerah Pesawaran nantinya yang saat ini sedang diproses oleh Kementerian dan Pemprov.

BACA JUGA:  Meraih Penghargaaan, Bupati Belitung Timur Apresiasi Inovasi Manggar Lapas Kelas IIB Tanjungpandan

“Kami juga terus mengupayakan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang saat ini masih dalam proses evaluasi oleh Kementerian Perhubungan. Dengan keunggulan yang dimiliki Pelabuhan Panjang ini kami yakin kedepan dapat menjadi tujuan utama para pengusaha dalam melakukan aktivitas perdagangannya karena letak yang strategis dan kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik,” kata dia.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi yang dilakukan bersama dengan pelaku usaha serta stakeholder maritim. General Manager Pelindo Regional 2 Panjang dalam Paparannya menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki Pelabuhan bertaraf internasional dengan karakteristik pelabuhan bentukan alam dengan kedalaman yang memungkinkan kapal pelayaran internasional dengan Gross Tonage besar mampu bersandar di Pelabuhan Panjang, karena Pelabuhan menjadi tempat strategis bagi industry dan perdagangan karena memudahkan akses pasar baik impor maupun ekspor.

Ia berharap baik Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh stakeholder terkait terus mendukung program pengembangan Pelabuhan Panjang sebagai pintu gerbang perekonomian Provinsi Lampung yang merupakan rantai pasok logistik dari dan menuju Pulau Sumatera dan kami sebagai operator terus berupaya meningkatkan produktivitas layanan terutama dalam rangka memperpendek port stay dan cargo stay serta mendorong percepatan flow of good dan flow of document sehingga Perekonomian Provinsi Lampung semakin bertumbuh dan berkembang kedepannya Pungkasnya.

BACA JUGA:  Rutan Kelas IIB Sukadana Hadiri Kegiatan Penguatan dan Pendampingan Unit Pengendalian Gratifikasi dan Pungutan Liar

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian rumusan usulan kebijakan oleh Tim Perumus berdasarkan hasil diskusi terkait hal-hal yang diperlukan dalam rangka meningkatan kegiatan ekspor impor maupun domestik melalui Pelabuhan Panjang serta untuk meningkatkan kegiatan industri lampung dan sumbagsel secara keseluruhan seiring dengan upaya menumbuhkan perekonomian daerah, khususnya di pulau Sumatera untuk selanjutnya akan disampaikan ke pemerintahan provinsi lampung dalam menyusun kebijakan, selanjutnya acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah.