Lapas Kelas I Bandar Lampung Siap Ekspor 45 Ton Cocopeat ke Jepang

260 views

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung kembali menunjukkan kontribusinya dalam pemberdayaan warga binaan dengan mempersiapkan ekspor cocopeat sebanyak 45 ton ke Jepang. Produk olahan sabut kelapa tersebut dikemas dalam dua kontainer dan merupakan hasil karya warga binaan melalui program keterampilan kerja di Lapas.

Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, bersama Kepala Bidang Kegiatan Kerja turun langsung mengawasi proses packing cocopeat yang dilakukan oleh warga binaan. Ike menyampaikan apresiasinya atas kerja keras dan semangat para peserta program yang telah menghasilkan produk bernilai ekspor.

BACA JUGA:  Kanwil Kemenkumham Babel Jadi Narasumber Bimtek Anggota Badan Permusyawaratan Desa

“Kami bangga melihat produktivitas warga binaan. Hasil karya mereka tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujar Ike Rahmawati.

Doni Saputra, Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, menjelaskan bahwa cocopeat yang diproduksi murni merupakan hasil keterampilan warga binaan. “Ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, warga binaan mampu menghasilkan produk berkualitas dan bersaing di pasar global,” jelas Doni.

Kolaborasi dengan PT Coir Indonesia menjadi kunci sukses program ini. Elizama Gori, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan perusahaan tersebut telah membuka peluang ekspor ke berbagai negara. “Melalui program ini, warga binaan tidak hanya mendapat keterampilan, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi secara ekonomi untuk Negeri,” kata Elizama.

BACA JUGA:  Kemenko Kumhamimipas dan Kanwil Kemenkum Kaltim Perkuat Sinergi dengan OIKN dalam Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di IKN

Ike Rahmawati menegaskan bahwa program pemberdayaan ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemasyarakatan yang berdampak positif. Langkah ini sejalan dengan 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pemanfaatan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM unggulan.

Ke depan, Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen meningkatkan inovasi dan perluasan pasar agar produk karya warga binaan semakin dikenal di kancah internasional.