Dorong Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi, Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Acara Festival Ekonomi Syariah Sumatera 2025

335 views

Betiklampung.com, Lampung —

Guna memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera, Bank Indonesia akan menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 pada 21–25 Juni 2025 di Lampung City Mall, Bandarlampung.

Junanto Herdiawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mendorong stabilitas dan kemandirian ekonomi regional melalui pendekatan berbasis syariah.

“FESyar Sumatera tahun ini mengangkat tema ‘Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional’, yang mencerminkan semangat kolaboratif antara sektor publik, swasta, komunitas, dan pelaku UMKM dalam ekosistem ekonomi syariah,” ujar Junanto Herdiawan dalam kegiatan Bincang-Bincang Bersama Media di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Selasa (18/6/2025).

BACA JUGA:  LPKA Klas II Bandarlampung Lakasanakan Kegiatan Donor Darah Dalam Rangka Memperingati HDKD ke-77

Menurut Junanto FESyar 2025 akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni: Pilar Ekosistem Produk Halal, Pilar Keuangan Syariah serta Pilar Literasi, Inklusi, dan Halal Lifestyle.

Dikatakannya selama lima hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan akan dikemas secara menarik dalam berbagai format.

“Antara lain showcasing produk-produk unggulan halal dari UMKM, edukasi publik melalui seminar dan talkshow, business matching antara pelaku usaha dan investor, kompetisi atau perlombaan bernuansa ekonomi syariah dan hiburan islami yang edukatif dan inspiratif.

BACA JUGA:  Hadiri Grand Final Muli Mekhanai Lampung 2023, Ini Harapan Gubernur Arinal

Junanto menegaskan FESyar Sumatera menjadi bagian dari rangkaian besar Festival Ekonomi Syariah nasional yang diselenggarakan Bank Indonesia setiap tahun.

“Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi syariah sebagai arus utama pembangunan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (*)