Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Ditjenpas Bagikan 500 Paket Makanan Gratis Kepada Masyarakat

275 views

Betiklampung.com, Jakarta —

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) kembali menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Jumat Berkah” pada, Jumat (29/8).

Pada kesempatan ini, sebanyak 500 paket makan siang gratis dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan di sekitar kantor Ditjenpas, sebagai wujud nyata kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Pembagian makanan sehat dan bergizi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, didampingi jajaran Pimpinan Tinggi Pratama serta pegawai Ditjenpas. Kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan.

BACA JUGA:  Komitmen Nyata Reformasi Birokrasi, Kepala Lapas Cibinong ikuti Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas 2026

“Bakti sosial Jumat Berkah ini merupakan kegiatan rutin yang kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempertegas kehadiran Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Mashudi dikutip dari indoposcoid.

Dirjenpas menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya pada poin ke-4, yaitu pemberian bantuan sosial kepada keluarga Warga Binaan yang kurang mampu maupun masyarakat sekitar.

BACA JUGA:  Donor Darah PMI dan Alumni SMP N 2 Bandarlampung Angkatan 1985 Berlangsung Sukses, Ibu Riana Sari Arinal Berharap Bermanfaat Bagi Masyarakat

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, sebut saja R, mengaku senang dan terbantu. “Kami berterima kasih atas makan siang yang dibagikan. Kepedulian kecil seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Dirjenpas menyampaikan harapannya agar kepedulian sosial seperti ini dapat terus digelorakan, baik di lingkungan kantor pusat Ditjenpas, Kantor Wilayah, maupun seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. “Semoga semangat berbagi ini menjadi budaya bersama,” ungkapnya. (*)