Dukung Gerakan Literasi Daerah, Kalapas Gowim Mahali Hadiri Festival Literasi Brebes 2025

298 views

Betiklampung.com, Brebes —

Dalam menumbuhkan budaya baca dan menulis di masyarakat, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Brebes, Gowim Mahali, turut menghadiri Festival Literasi Brebes 2025 yang mengusung tema “Brebes Edukatif, Responsif, dan Sejahtera Melalui Literasi” bertempat di Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpus) Kabupaten Brebes, Senin (20/10).

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Brebes, @kusumaparamithawidya , ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun masyarakat Brebes yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing melalui literasi. Festival tersebut diikuti oleh pelajar, guru, komunitas baca, serta berbagai instansi pemerintah dan masyarakat umum.

BACA JUGA:  Telkomsel Hadirkan Layanan dan Konektivitas Digital Berkualitas Pada Olahraga Otomotif Internasional MotoGP 2023 Mandalika

Kehadiran Kalapas Brebes menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi juga tumbuh subur di lingkungan pemasyarakatan. Lapas Brebes selama ini aktif mengembangkan program “Teras Baca Pancasila Literasi Pemasyarakatan”, yakni gerakan membaca bagi warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian.

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinarpus Brebes dan komunitas literasi lokal, Lapas Brebes berupaya membangun budaya literasi di balik tembok pemasyarakatan.

“Kami percaya bahwa literasi adalah jembatan perubahan. Melalui membaca dan menulis, Warga Binaan dapat membuka cakrawala baru dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Kalapas Gowim Mahali usai kegiatan.

BACA JUGA:  Rutan Kelas IIB Sukadana Laksanakan Pembagian Piala dan Hadiah Kepada Para Juara

Keterlibatan Lapas Brebes dalam Festival Literasi Brebes 2025 mencerminkan komitmen nyata lembaga pemasyarakatan bukan hanya sebagai tempat pembinaan hukum, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan pengetahuan.

Dengan sinergi bersama pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan komunitas literasi, Lapas Brebes bertekad menjadikan literasi sebagai sarana pembinaan dan pemberdayaan manusia seutuhnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Brebes menegaskan bahwa membaca bukan hanya hak, melainkan juga kebutuhan bagi siapa pun, dimana pun, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani pembinaan.