Bandar Lampung – Suasana berbeda yang penuh keceriaan mewarnai area kegiatan kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Lapas kedatangan tamu istimewa, yakni rombongan siswa-siswi dari SD Alam Al Karim yang antusias belajar langsung tentang produktivitas di balik tembok penjara pada, Rabu (28/01)
Kunjungan ini bukan sekadar melihat-lihat, namun para siswa diajak terjun langsung merasakan pengalaman berharga. Didampingi oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja), Medi Oktafiansyah beserta jajaran, anak-anak diajak berkeliling ke berbagai pos pembinaan kemandirian.

Keseruan pecah saat para siswa diajak ke area pertanian hidroponik untuk memanen sayuran segar, kemudian melihat proses pembuatan tempe dari kedelai hingga siap jual. Namun, puncak antusiasme terlihat di Bakery Lapas (Raja Bakery).
Di dapur roti ini, tim kegiatan kerja mengajak para siswa berkreasi layaknya “Baker Cilik”. Tangan-tangan mungil mereka sibuk menguleni adonan, membentuk roti, dan belajar proses pemanggangan bersama para warga binaan yang sudah ahli. Gelak tawa dan rasa ingin tahu mendominasi momen kolaborasi kreatif tersebut.

Kabid Giatja, Medi Oktafiansyah, menyambut hangat kehadiran para siswa. Ia menegaskan bahwa Lapas kini bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan sentra edukasi dan produktivitas.
“Lapas Kelas I Bandar Lampung selalu terbuka bagi siapapun, termasuk institusi pendidikan, untuk berkunjung dan terlibat dalam kegiatan positif. Kami ingin menunjukkan bahwa di sini ada kreativitas, ada semangat kerja, dan edukasi yang bisa dipelajari oleh anak-anak sejak dini,” ujar Medi di sela-sela mendampingi siswa membuat roti.

Kunjungan ini diharapkan dapat menghapus stigma negatif tentang penjara, sekaligus menanamkan nilai kerja keras dan kreativitas kepada para siswa melalui interaksi langsung dengan warga binaan yang produktif.

