Pembinaan Bernilai Ekonomi, Lapas Cibinong Sukses Panen Telur Ayam Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

224 views

Cibinong — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menunjukkan hasil positif. Warga Binaan dengan pendampingan petugas berhasil melaksanakan panen telur ayam dari kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan lapas, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan panen ini menjadi wujud nyata keberhasilan pembinaan berbasis keterampilan produktif yang sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam aspek pemberdayaan warga binaan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan keterampilan bernilai ekonomi.

Peternakan ayam petelur di Lapas Kelas IIA Cibinong dikelola secara terstruktur dengan pendampingan petugas pemasyarakatan. Warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari perawatan ternak, pengelolaan pakan, pemantauan kesehatan ayam, hingga proses panen dan pencatatan hasil produksi. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis beternak, tetapi juga dibekali nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang produktif.

BACA JUGA:  Berantas Narkoba Dalam Upaya P4GN, Kepala Lapas Kotaagung Laksanakan Penandatanganan MoU dan PKS dengan BNNK Tanggamus

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa program peternakan ayam petelur merupakan salah satu bentuk konkret pembinaan kemandirian yang selaras dengan kebijakan dan program prioritas Kemenimipas.

“Panen telur ayam ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkesinambungan. Program ini kami rancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus mendukung ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Wisnu.

BACA JUGA:  Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Babel Berganti

Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui kegiatan peternakan juga berperan penting dalam membentuk budaya kerja warga binaan yang disiplin, produktif, dan bertanggung jawab, sehingga mereka memiliki kesiapan mental dan keterampilan saat kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat.

Manfaat program ini turut dirasakan langsung oleh warga binaan peserta kegiatan. Salah satu warga binaan berinisial G mengungkapkan rasa bangga dan optimisme atas keterampilan yang diperolehnya selama mengikuti program peternakan ayam petelur.

“Awalnya saya tidak punya pengalaman beternak. Sekarang saya sudah paham cara merawat ayam petelur sampai panen telur. Ilmu ini sangat berarti bagi saya dan bisa menjadi bekal usaha setelah saya bebas nanti,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Karutan Kelas I Bandar Lampung Berikan Pengarahan Kepada Warga Binaan

Program peternakan ayam petelur di Lapas Kelas IIA Cibinong tidak hanya menghasilkan produk nyata berupa telur, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi warga binaan agar lebih mandiri, bertanggung jawab, serta siap menghadapi kehidupan yang lebih produktif setelah selesai menjalani masa pidana.