Cibinong — Dalam upaya memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Lapas Kelas IIA Cibinong menjalin kolaborasi dengan Kreasi Dapur Wilmar dengan menghadirkan pelatihan produksi mie ayam yang bernilai jual bertempat di Aula Balai Latihan Kerja (BLK), Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di area dapur balai latihan kerja Lapas Cibinong dan diikuti oleh sejumlah warga binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian di bidang tata boga.
Melalui pelatihan ini, warga binaan tidak hanya belajar proses pembuatan mie ayam secara higienis dan berkualitas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai standar produksi, pengolahan bahan, serta teknik penyajian yang menarik.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian di dalam lapas.
“Kerja sama dengan Kreasi Dapur Wilmar ini menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak nyata. Melalui pelatihan produksi mie ayam ini, warga binaan dibekali keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Wisnu.
Chef Dodi selaku perwakilan tim Kreasi Dapur Wilmar menuturkan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya berfokus pada cita rasa, tetapi juga pada konsistensi dan standar kualitas produk.

“Kami ingin berbagi pengalaman mengenai teknik dasar hingga detail penting dalam produksi mie ayam yang layak jual. Mulai dari pemilihan bahan, pengolahan mie yang tepat, hingga penyajian yang menarik. Harapannya, keterampilan ini bisa benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi peluang usaha setelah bebas nanti,” jelasnya.
Salah satu warga binaan berinisial F mengaku senang dan termotivasi mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya jadi tahu cara membuat mie ayam yang benar dan higienis, termasuk bagaimana menghitung bahan dan menyajikannya supaya terlihat menarik. Ilmu ini sangat bermanfaat buat saya. Mudah-mudahan nanti setelah kembali ke masyarakat, saya bisa membuka usaha kecil-kecilan,” ungkap F.

Sementara itu, tim dari Kreasi Dapur Wilmar menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendorong terciptanya peluang usaha berbasis kuliner yang dapat dikembangkan oleh warga binaan.
Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias. Warga binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari proses pengolahan adonan mie, pembuatan topping ayam berbumbu khas, hingga teknik penyajian yang menarik dan siap dipasarkan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Cibinong berharap pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat berwirausaha, kedisiplinan, serta rasa percaya diri bagi warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan.

