Cibinong — Tim Pengelola Barang Milik Negara (BMN) dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat melaksanakan kegiatan monitoring terhadap BMN rusak berat serta persediaan Rusak, Usang, dan Hilang (RUH) di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengelolaan aset negara sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana keamanan menjelang Idul Fitri 1447 H.
Monitoring dilakukan dengan meninjau langsung kondisi fisik aset, melakukan pencocokan data administrasi, serta mengidentifikasi sejumlah BMN yang sudah dalam kondisi rusak berat maupun persediaan yang masuk kategori RUH.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik dan jumlah BMN rusak berat serta persediaan RUH di lingkungan Lapas Cibinong. Selain itu, monitoring juga dilakukan untuk mengoptimalkan tertib administrasi pengelolaan BMN dalam rangka percepatan pengusulan penghapusan aset negara, serta mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana keamanan menjelang Idul Fitri.
Ketua Tim Pengelola BMN dan Umum dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Iman Rowas Munandar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan tata kelola aset negara di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh BMN yang sudah rusak berat maupun persediaan RUH tercatat dengan benar dan segera diproses sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang tertib dan transparan, diharapkan pengelolaan aset negara di satuan kerja pemasyarakatan semakin optimal,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, tim menemukan beberapa aset BMN yang sudah tidak dapat digunakan lagi serta sejumlah persediaan yang masuk kategori Rusak, Usang, atau Hilang. Seluruh temuan tersebut selanjutnya didata dan diverifikasi untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku, baik melalui mekanisme penjualan maupun pemusnahan.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini sangat penting dalam mendukung pengelolaan aset yang akuntabel sekaligus menjaga kesiapan fasilitas lapas.
“Monitoring ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh aset negara yang berada di Lapas Cibinong terkelola dengan baik dan tertib administrasi. Dengan pendataan yang akurat, kami dapat segera mengusulkan penghapusan terhadap aset yang sudah rusak berat sehingga tidak membebani pencatatan BMN. Hal ini juga mendukung kesiapan sarana keamanan menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pengelolaan BMN di Lapas Cibinong semakin tertib, akuntabel, dan mampu mendukung kelancaran operasional pemasyarakatan, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan menjelang Idul Fitri 1447 H.

