Cibinong – Memasuki hari kedua pelaksanaan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali dipadati keluarga warga binaan. Antusiasme masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga tercinta masih terlihat tinggi, namun tetap berlangsung dalam suasana yang tertib, aman, dan penuh kehangatan, Minggu (22/03).
Sejak pagi, arus kedatangan pengunjung mulai memadati area layanan kunjungan. Petugas Lapas dengan siap mengarahkan alur masuk serta memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Senyum bahagia, canda ringan, hingga momen haru saat pertemuan kembali menjadi gambaran yang mewarnai hari kedua ini.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan selama periode kunjungan berlangsung.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan dengan baik, mulai dari pengamanan, kenyamanan, hingga pelayanan kepada masyarakat. Hari kedua ini kami evaluasi dari hari sebelumnya, sehingga pelaksanaan menjadi semakin optimal,” ujar Wisnu.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan Idul Fitri bukan sekadar agenda tahunan, tetapi memiliki makna mendalam bagi proses pembinaan. Kehadiran keluarga memberikan semangat baru bagi Warga Binaan. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan agar mereka tetap memiliki harapan dan motivasi untuk berubah menjadi lebih baik.
Salah satu pengunjung, Nova Fitriana (25) mengatakan rasa puas atas pelayanan yang diberikan. “Walaupun ramai, tapi semuanya tertata dengan baik. Kami merasa nyaman dan tidak kesulitan selama proses kunjungan. Yang terpenting bisa bertemu keluarga di hari Lebaran seperti ini,” ujarnya.
Pelaksanaan kunjungan hari kedua ini tetap dibagi dalam dua sesi, yakni pukul 09.00–12.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB, guna mengurai kepadatan serta memastikan setiap pengunjung mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertemu.
Kunjungan hari kedua ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di Hari Raya Idul Fitri tetap terjaga di tengah keterbatasan. Interaksi hangat antara Warga Binaan dan keluarga menghadirkan harapan serta kekuatan baru dalam menjalani masa pembinaan.
Diharapkan, momen ini tidak hanya menjadi pengobat rindu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya keluarga sebagai alasan untuk terus berbenah diri menuju kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

