Ikuti Pembinaan Budaya Tradisional, Warga Binaan Lapas Cibinong Pelajari Seni Lengser dan Gamelan Sunda

243 views

Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong mengadakan kegiatan pelatihan seni tradisional khas Sunda bagi warga binaan sebagai bagian dari upaya memperkuat program pembinaan kepribadian berbasis budaya. Kegiatan ini mengangkat seni lengser serta pembelajaran alat musik gamelan Sunda sebagai bagian dari irama pembinaan yang humanis dan berkelanjutan, Kamis (9/4/2026).

Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun karakter positif warga binaan. Seni lengser yang dikenal sebagai simbol kebijaksanaan dan penyambutan dalam budaya Sunda, dipelajari secara langsung melalui praktik gerak dan pemahaman filosofi yang terkandung di dalamnya.

Tak hanya seni tari, warga binaan juga mendapatkan pembelajaran intensif mengenai alat musik gamelan Sunda. Mereka diajarkan mengenal berbagai instrumen seperti saron, kendang, dan gong, serta teknik dasar hingga memainkan komposisi sederhana secara berkelompok. Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kepekaan rasa, kekompakan, dan kedisiplinan.

BACA JUGA:  Lapas Banyuasin Hadirkan Pesantren Kilat Ramadan Bagi Warga Binaan, Ini Pesan Kalapas Tetra Destorie

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dibimbing langsung oleh pelatih dari Sanggar Seni Putra Binekas Kabupaten Bogor, Deden, yang secara intensif mengajarkan teknik dasar hingga pendalaman ekspresi seni lengser dan permainan gamelan kepada warga binaan. Proses pembelajaran juga berlangsung dengan pengawasan langsung dari petugas pembinaan Lapas Cibinong, guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan pembinaan.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto menyampaikan bahwa pembinaan berbasis seni budaya merupakan pendekatan efektif dalam membentuk kepribadian yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang ekspresi positif bagi warga binaan sekaligus melestarikan budaya daerah. Tidak hanya tari, pembelajaran gamelan juga menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan dan kedisiplinan. Harapannya, mereka memiliki bekal keterampilan dan nilai kehidupan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Luncurkan Modernisasi Pengadilan Berbasis Teknologi, Juru Bicara PN Tanjungkarang Jadi Narasumber Dialog Pro 1 RRI Bandarlampung

Deden selaku pelatih juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat belajar warga binaan, baik dalam seni tari maupun musik tradisional.

“Saya senang dapat mengajar di sini. Mereka cepat menangkap gerakan seni lengser sekaligus mampu beradaptasi dengan alat musik gamelan. Ini menunjukkan bahwa seni bisa menjadi media pembinaan yang efektif untuk membangun kepercayaan diri dan karakter,” ungkapnya.

Antusiasme warga binaan terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap sesi latihan. Sejumlah peserta bahkan menunjukkan bakat yang menonjol, baik dalam seni tari lengser maupun dalam memainkan alat musik gamelan.

Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan ini. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selain belajar menari, kami juga belajar memainkan gamelan. Kegiatan ini membuat kami lebih percaya diri dan memiliki harapan untuk bisa berkarya saat kembali ke masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA:  Lapas Kelas IIA Banyuasin Gelar Penguatan Tusi Pengamanan serta Tes Urine dan Pengecekan Handphone Pegawai

Ke depan, Lapas Cibinong berencana menampilkan hasil pembinaan ini dalam sebuah pertunjukan internal maupun kolaborasi dengan pihak eksternal, yang akan menampilkan perpaduan seni lengser dan musik gamelan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani.

Melalui program ini, Lapas Cibinong menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menjadi ruang transformasi yang membangun harapan, kreativitas, dan jati diri warga binaan.