Antisipasi El Nino “Godzilla” 2026, Pemkab Lampung Selatan Percepat Tanam dan Perkuat Ketahanan Air

210 views

Bandar Lampung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengambil langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena El Nino “Godzilla” yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang, panas, dan kering pada 2026.

Strategi percepatan tanam hingga penguatan pasokan air pertanian menjadi fokus utama guna menjaga ketahanan pangan daerah.

Langkah tersebut disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) mitigasi dampak hidrometeorologi kering yang digelar di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (10/4/2026).

Fenomena El Nino ekstrem ini diproyeksikan tidak hanya berdampak pada perubahan cuaca, tetapi juga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan produksi pangan di wilayah Lampung.

BACA JUGA:  Pemkab Lampung Selatan Terima 1.513 Mahasiswa KKN MBKM Unila

Syaiful menegaskan, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Meski musim tanam kedua biasanya menghasilkan produksi lebih baik, ancaman kemarau panjang dinilai dapat mengganggu produktivitas secara signifikan.

“Untuk musim tanam kedua, biasanya produksinya lebih bagus. Tapi kalau kondisi kemaraunya terlalu panjang, itu yang mengkhawatirkan. Karena kondisi kemarau biasanya kering luar biasa,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Lampung Selatan mempercepat masa tanam padi. Pada Februari 2026, realisasi tanam telah mencapai 5.000 hektare, disusul Maret sebesar 2.800 hektare, dan April ditargetkan 3.000 hektare.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyusun target tanam berkelanjutan sebagai strategi menjaga ritme produksi, dengan peningkatan bertahap hingga mencapai 3.000 hektare pada Agustus.

BACA JUGA:  Jelang Ruwat Bumi 2026, Gema HELAU Satukan Ratusan ASN dan Masyarakat Percantik Jalur Menuju Desa Sumur Kumbang

Di sisi lain, keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama. Selama ini, Lampung Selatan masih mengandalkan sumur bor dan aliran sungai untuk kebutuhan irigasi, namun kapasitasnya dinilai belum memadai jika terjadi kekeringan ekstrem.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Lampung Selatan mendorong penggunaan varietas padi yang lebih adaptif terhadap kondisi minim air. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus meminimalkan dampak kekeringan.

Upaya antisipatif ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Lampung bersama kabupaten/kota dalam memperkuat mitigasi menghadapi perubahan iklim ekstrem.

BACA JUGA:  Silaturahmi Kebangsaan JPN Lampung Selatan, Perkuat Persatuan dan Teguhkan Peran Perempuan dalam Merawat Nilai Kebangsaan

Melalui sinergi tersebut, pemerintah daerah berharap mampu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman El Nino, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang utama pangan masyarakat. (*)