Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong turut memeriahkan suasana tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang digelar di Kampus Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tangerang, Senin,(27/4/2026).
Kehadiran Lapas Cibinong dalam ajang ini menjadi momen penting untuk menunjukkan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian yang selama ini ditekuni oleh para Warga Binaan.
Dalam pameran tersebut, Lapas Cibinong memboyong berbagai produk produk kreatif yang mencakup sektor ketahanan pangan hingga kuliner. Produk yang ditampilkan mulai dari daging ayam kampung, bebek peking, telur, serta ikan lele hasil budidaya bioflok hingga sayuran segar hidroponik seperti pakcoy dan selada.
Selain itu, produk olahan populer seperti Roti Prabudana, Mie Ayam dan Bakso Cibiku serta camilan L’Cibi Snack yang terdiri dari kue soes serta basreng juga turut dipamerkan sebagai bukti produktivitas mereka di balik jeruji besi.
Kehadiran produk-produk ini menarik perhatian jajaran pejabat tinggi yang hadir, termasuk Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, serta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Saat meninjau stan pameran, Agus Andrianto memberikan pujian secara langsung atas kualitas karya yang dihasilkan.
“Saya sangat mengapresiasi hasil karya yang ditampilkan oleh Warga Binaan Lapas Cibinong. Ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan yang dijalankan mampu memberikan keterampilan, harapan, dan semangat baru bagi mereka untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan mandiri,” ujar Agus Andrianto.
Kehangatan suasana pameran juga dirasakan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Evi Agus Andrianto, yang turut mengunjungi stan Lapas Cibinong. Ia bahkan berkesempatan mencicipi langsung sajian Mie Ayam dan Bakso dari Cibiku, salah satu produk kuliner unggulan Warga Binaan.
“Saya sudah mencoba langsung Mie Ayam dan Bakso dari Cibiku Lapas Cibinong, rasanya sangat lezat, kenyal dan kualitasnya tidak kalah dengan produk di luar. Ini menunjukkan bahwa Warga Binaan memiliki potensi besar jika terus dibina dan diberi kesempatan untuk berkembang,” ungkap Evi Agus Andrianto.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menjelaskan bahwa partisipasi ini adalah langkah nyata Lapas Cibinong dalam memperkenalkan hasil karya Warga Binaan ke khalayak luas. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pameran ini adalah sebagai jembatan bagi masa depan para Warga Binaan setelah masa pidana berakhir.
“Keikutsertaan Lapas Cibinong dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Kami berharap karya-karya ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk memiliki masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” tegas Wisnu.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Lapas Cibinong kembali menegaskan perannya dalam mencetak Warga Binaan yang berdaya. Dengan berbagai bekal keterampilan yang telah dipamerkan, para Warga Binaan diharapkan tidak hanya siap untuk kembali ke lingkungan sosial, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata sebagai bagian dari masyarakat yang produktif dan mandiri.

