Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok dalam memperluas wawasan dan memperkuat program pembinaan bagi warga binaan terutama dalam bidang ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Selasa (12/05).
Rombongan Rutan Depok dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Bimbingan Kegiatan, Didiek, bersama jajaran petugas pembinaan. Kedatangan mereka disambut oleh pejabat struktural dan petugas pembinaan dari Lapas Cibinong.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, khususnya dalam mengembangkan program pembinaan berbasis ketahanan pangan, keterampilan kerja, dan pengelolaan lingkungan dengan pemberdayaan warga binaan secara aktif.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan diajak meninjau langsung berbagai area pembinaan unggulan di Lapas Cibinong, salah satunya Kebun Inovasi Lapas Cibinong yang menjadi pusat pengembangan program pengelolaan lingkungan dan peternakan produktif.
Di lokasi ini, warga binaan menjalankan beragam kegiatan pembinaan terintegrasi, mulai dari budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, peternakan ayam pedaging dan bebek, hingga program daur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis.
Program-program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan peningkatan produktivitas warga binaan.
Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pembentukan keterampilan positif bagi warga binaan yang sesuai dengan 15 Program Aksi Kemenimipas.
“Program ketahanan pangan yang kami kembangkan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi media pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan pertanian, peternakan, dan pengelolaan lingkungan, mereka dibekali keterampilan produktif yang diharapkan dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Wisnu.
Selain Kebun Inovasi, rombongan juga mengunjungi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Cibinong yang menjadi lokasi pengembangan pertanian dan peternakan terpadu.
Di area tersebut, warga binaan aktif menjalankan berbagai kegiatan seperti peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, peternakan kambing, pertanian hidroponik dan organik, hingga budidaya tanaman cabai.
Berbagai program pembinaan tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif sekaligus memberikan keterampilan kerja nyata bagi warga binaan.
Kasubsi Bimbingan Kegiatan Rutan Depok, Didiek, menyampaikan apresiasi atas inovasi pembinaan yang diterapkan di Lapas Cibinong. Menurutnya, pengelolaan program yang terarah dan melibatkan warga binaan secara aktif menjadi contoh positif yang layak dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan lainnya.
“Program-program yang diterapkan di Lapas Cibinong sangat inspiratif dan memberikan gambaran nyata bagaimana pembinaan dapat berjalan secara produktif dan berkelanjutan. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk dikembangkan di Rutan Depok,” ungkap Didiek.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjalin kolaborasi semakin kuat antar UPT Pemasyarakatan dalam menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berdampak positif, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional dan peningkatan kualitas pembinaan warga binaan di Indonesi

