Konseling Jadi Ruang Aman Warga Binaan, Lapas Karanganyar Wujudkan Pembinaan yang Humanis

150 views

Karanganyar — Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar terus memperkuat program pembinaan kepribadian melalui layanan konseling yang dilaksanakan secara rutin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini bertujuan untuk merespons berbagai keluhan yang dialami warga binaan, baik yang berkaitan dengan kondisi psikologis maupun persoalan lainnya, sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan mental mereka.

Pelaksanaan konseling dilakukan oleh tenaga psikologi bersama para konselor dengan mengedepankan pendekatan empatik dan humanis. Melalui pendekatan tersebut, warga binaan diberikan ruang yang aman dan nyaman untuk menyampaikan perasaan, pengalaman serta berbagai permasalahan yang sedang dihadapi tanpa rasa takut maupun khawatir.

BACA JUGA:  Kolaborasi PLN dan PMI Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian Sesama

Dalam setiap sesi konseling, konselor melakukan identifikasi terhadap keluhan yang disampaikan, memberikan dukungan psikologis, serta menyusun tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan. Selain menjadi sarana penyelesaian permasalahan, layanan ini juga berfungsi sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan mental sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

BACA JUGA:  Pengajian Akbar dan Halal Bihalal PWNU, Pemprov Lampung Apresiasi Peranan PWNU dalam Pembangunan Daerah

Melalui program konseling ini, berbagai keluhan warga binaan dapat ditindaklanjuti secara optimal. Kehadiran layanan konseling juga memberikan dampak positif berupa berkurangnya tingkat stres yang dialami warga binaan, meningkatnya motivasi untuk menjalani masa pembinaan serta tumbuhnya harapan untuk perbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis warga binaan sebagai bagian penting dari proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *