Ampana – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Ampana Febriansyah didampingi Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Finley E. Ruindungan kembali menggelar penggeledahan rutin kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam upaya menjaga situasi yang aman, tertib dan kondusif Selasa (07/07).
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari prinsip deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus bentuk komitmen Lapas Ampana dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari barang-barang terlarang.
Penggeledahan tersebut turut melibatkan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Moh. Fuad, Kepala Seksi Binadik dan Giatja beserta jajaran, Kasubbag Tata Usaha yang diwakili Kepala Urusan Umum Alri Hamka Mbeki, staf administrasi, serta petugas pengamanan.
Keterlibatan seluruh unsur ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Lapas. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, profesional, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Selain memastikan kamar hunian terbebas dari barang-barang yang dilarang, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran warga binaan untuk senantiasa mematuhi aturan serta menjaga ketertiban bersama.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menegaskan bahwa penggeledahan rutin merupakan langkah preventif yang akan terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari strategi deteksi dini.
“Keamanan merupakan fondasi utama keberhasilan proses pembinaan. Oleh karena itu, penggeledahan rutin akan terus kami laksanakan sebagai langkah deteksi dini agar Lapas tetap aman, tertib, kondusif, serta bersih dari barang-barang yang dilarang. Dengan lingkungan yang aman, proses pembinaan dapat berjalan secara optimal,” tegas Febriansyah.
Usai pelaksanaan penggeledahan, Kalapas memberikan pengarahan kepada seluruh warga binaan. Ia mengajak seluruh WBP untuk terus menjaga kebersihan kamar hunian dan lingkungan sekitar, menaati tata tertib, menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta berperan aktif menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan harmonis di dalam Lapas.
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas, Finley E. Ruindungan, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh warga binaan.
“Pengamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan dan kesadaran untuk menjaga ketertiban menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif. Pengawasan yang dilakukan secara konsisten adalah langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Moh. Fuad. Menurutnya, penguatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pembinaan karakter agar warga binaan memiliki kesadaran hukum, disiplin, dan tanggung jawab.
“Pembinaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter. Kepatuhan terhadap aturan merupakan bekal penting bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, serta siap kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya,” ungkap Moh. Fuad.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Ampana terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat langkah deteksi dini, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghadirkan pembinaan yang berkualitas.
Dengan sinergi jajaran dan partisipasi aktif warga binaan, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang semakin aman, tertib, dan mendukung terwujudnya Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.

