CIBINONG – Suasana penuh ketenangan dan kekhusyukan menyelimuti Vihara Yang Xin Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, saat Warga Binaan beragama Buddha mengikuti ibadah rutin dalam rangka pembinaan kepribadian, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan khidmat tersebut menjadi salah satu wujud komitmen Lapas Cibinong dalam memenuhi hak beribadah Warga Binaan sekaligus menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual. Melalui pembinaan keagamaan, para Warga Binaan diajak memperkuat nilai-nilai moral, menumbuhkan ketenangan batin, serta membangun semangat untuk menjalani proses perubahan diri ke arah yang lebih baik.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Lapas Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang bertujuan membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran diri Warga Binaan.
“Setiap Warga Binaan memiliki hak untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya. Melalui kegiatan keagamaan yang rutin, kami berharap mereka memperoleh ketenangan batin, memperkuat nilai-nilai kebaikan, serta menjadikan masa pembinaan di Lapas sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Robby.
Bagi para Warga Binaan, ibadah rutin bukan sekadar menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi diri dan menumbuhkan harapan baru. Salah seorang Warga Binaan beragama Buddha berinisial MA mengaku merasakan perubahan positif sejak aktif mengikuti kegiatan tersebut.
“Ibadah di vihara membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Kami belajar untuk menerima, memperbaiki diri, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan ini memberi semangat agar saat bebas nanti kami bisa kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan yang positif,” ungkapnya.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi salah satu bentuk upaya Lapas Cibinong dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual dan kepribadian Warga Binaan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Cibinong terus mendorong proses perubahan diri agar Warga Binaan mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

