Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bantu Pokdakan Lamperkas Tekan Biaya Produksi Lewat Pakan Ikan Mandiri

150 views

Jambi – Tingginya biaya pakan yang mencapai sekitar 60–70 persen dari total biaya produksi masih menjadi tantangan utama bagi pembudidaya ikan. Kondisi tersebut juga dihadapi Kelompok Budidaya Ikan Lamperkas, kelompok binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Jambi, yang membudidayakan ikan lele di 21 kolam.

Untuk membantu meningkatkan efisiensi usaha kelompok, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal Jambi berkolaborasi dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri bagi 23 anggota Kelompok Budidaya Ikan Lamperkas pada Jumat (24/7). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok dalam memproduksi pakan secara mandiri guna menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat keberlanjutan usaha budidaya ikan.

Pelatihan memadukan materi dan praktik langsung, mulai dari penyusunan formulasi pakan, pemilihan bahan baku lokal, hingga pembuatan pelet menggunakan mesin produksi. Peserta juga menerima sertifikat pelatihan serta Kartu E-KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) hasil kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebagai dukungan terhadap legalitas usaha dan akses pembinaan di sektor perikanan.

BACA JUGA:  Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal, Kepala Lapas Karanganyar Periksa HP Seluruh Pegawai

Achmad Nur Sulikin, narasumber sekaligus Kelompok Kerja (Pokja) BPBAT Sungai Gelam, mengatakan bahwa kemampuan memproduksi pakan secara mandiri menjadi salah satu kunci meningkatkan efisiensi usaha budidaya ikan.

“Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam budidaya ikan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan menyusun formulasi dan memproduksi pakan secara mandiri agar biaya produksi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pertumbuhan ikan. Kami berharap ilmu ini dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Achmad.

BACA JUGA:  Kalapas Kelas IIA Kalianda Ikuti Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan Tanjung Karang

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Lamperkas, A. Rusidin, mengaku pelatihan tersebut menjawab kebutuhan utama yang selama ini dihadapi kelompoknya.

“Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan praktik langsung membuat pakan mandiri sehingga kami dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan dan meningkatkan efisiensi usaha. Terima kasih kepada Pertamina dan BPBAT atas pendampingan yang terus diberikan,” kata Rusidin.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penguatan kapasitas kelompok binaan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong kelompok binaan agar mampu memproduksi pakan secara mandiri, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha budidaya ikan secara berkelanjutan,” ujar Rusminto.

BACA JUGA:  Kejati Lampung Tangkap dan Eksekusi Mantan Direktur BUMD

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperkuat kapasitas kelompok binaan melalui kolaborasi dengan BPBAT dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *