Lapas Ampana Gelar Upacara dan Pemberian Remisi Kepada 176 Warga Binaan Dalam Peringati HUT Ke-81 RI

128 views

Ampana — Semangat kemerdekaan tidak hanya berkumandang di ruang publik tetapi juga terasa di balik tembok pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan penuh khidmat dan nuansa nasionalisme.
Senin (17/08).

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan yang berlangsung di halaman utama Lapas Kelas IIB Ampana tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tojo Una-Una, Ilham S. Lawidu, S.E., selaku Inspektur Upacara.

Momentum peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi semakin bermakna karena dirangkaikan dengan penyerahan Remisi Umum dan Surat Keputusan (SK) Pembebasan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Upacara diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Ampana, CPNS, peserta magang, serta seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Gusnar A. Sulaeman bersama Unsur Forkopimda Kabupaten Tojo Una-Una, Forkopimcam Ampana Kota, Organisasi PIPAS, Dharma Wanita Persatuan Lapas Ampana, serta insan media.

Kehadiran berbagai unsur tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi antara Lapas Ampana dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi pendukung, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan oleh tiga pegawai Lapas Ampana yang dipercaya sebagai Pasukan Pengibar Bendera, yakni Mohammad Ridho, Reksand Tegar Budiman, dan Nurdiansyah S. Lamanja.

Sementara itu, posisi Komandan Upacara dipercayakan kepada Sutriono Fasizal, Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh disiplin, mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks Proklamasi, hingga penyampaian amanat Inspektur Upacara.

Salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Ampana, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, membacakan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait pemberian remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang memenuhi syarat administratif dan substantif

BACA JUGA:  Bangun Jiwa dan Perkuat Iman, Pengajian Rutin Rutan Sukadana Jadi Ruang Transformasi Warga Binaan

Sebanyak 176 Orang Warga Binaan menerima Remisi Umum dengan rincian 175 orang menerima kategori Remisi Umum (RU) 1, pengurangan masa pidana 1 sampai 6 Bulan, kategori RU II, 1 orang langsung bebas.

Pemberian remisi tersebut merupakan bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan sekaligus bentuk apresiasi negara terhadap mereka yang menunjukkan perilaku baik, menaati tata tertib, serta mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menegaskan bahwa remisi hendaknya tidak dipandang sebatas pengurangan masa pidana, tetapi menjadi momentum untuk membangun semangat perubahan.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga pemicu semangat untuk terus memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif,” ujar Febriansyah.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan melalui remisi harus dimanfaatkan Warga Binaan untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat keterampilan, membangun sikap positif, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

Usai pelaksanaan upacara, penyerahan Remisi Umum dan SK Pembebasan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tojo Una-Una Ilham S. Lawidu kepada perwakilan Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ampana.

Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh dalam peringatan kemerdekaan. Bagi penerima remisi, khususnya WBP yang mendapatkan pembebasan, momentum tersebut menjadi titik awal untuk menata kembali kehidupan dan membangun hubungan yang lebih baik dengan keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Bupati Ilham menekankan bahwa kesempatan kembali ke tengah masyarakat harus dimaknai sebagai peluang untuk berubah dan memperbaiki masa depan.

BACA JUGA:  Dari Lapas untuk Masyarakat, Lapas Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas

“Pengurangan hukuman ini adalah jalan untuk memulai hidup baru. Saya berharap mereka kembali ke masyarakat dengan membawa semangat perubahan, bekerja, dan berkontribusi positif,” tutur Ilham S. Lawidu.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang berlangsung tertib, khidmat, dan sarat makna. Menurutnya, peringatan kemerdekaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki nilai penting karena turut menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.

“Ini bukan hanya peringatan simbolik, tetapi bagian dari proses mengembalikan harapan dan memberikan peluang kedua,” tegasnya.

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Bupati Ilham S. Lawidu membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan untuk dinikmati, melainkan amanah yang harus diisi melalui kerja nyata, integritas, kedisiplinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan didorong untuk terus memperkuat peran dalam menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum, memberikan pelayanan publik yang berkualitas, serta memastikan pelaksanaan pemasyarakatan berjalan aman, tertib, produktif, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Selain itu, peningkatan kualitas pembinaan Warga Binaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang mampu mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan produktif.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran bahwa setiap tugas yang dilaksanakan merupakan bagian dari pengabdian untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat.

Menjaga kedaulatan, menegakkan integritas, meningkatkan pelayanan, memperkuat pemasyarakatan, dan menghadirkan pengabdian nyata menjadi semangat yang harus terus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Ampana juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap proses reintegrasi sosial Warga Binaan.

BACA JUGA:  Semarak HUT RI Ke-81, Rutan Sukadana x IPARI Lamtim Refleksikan Nilai Kemerdekaan Lewat Fun Games

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap hubungan sinergis antara Lapas Ampana dan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una maupun seluruh unsur terkait dapat terus ditingkatkan, terutama dalam memberikan dukungan bagi Warga Binaan agar mampu kembali ke masyarakat secara baik.

Menurutnya, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari terlaksananya pembinaan selama menjalani pidana, tetapi juga dari kesiapan Warga Binaan ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Karena itu, dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, keluarga, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses perubahan dan reintegrasi sosial.

Rangkaian Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIB Ampana berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga seluruh kegiatan selesai.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, peringatan kemerdekaan kali ini menjadi ruang untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian jajaran pemasyarakatan sekaligus menumbuhkan harapan bagi Warga Binaan.

Di balik tembok Lapas, kemerdekaan dimaknai sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri, membangun masa depan, dan memberikan kontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dari Lapas Ampana, semangat kemerdekaan terus digaungkan: bekerja dengan integritas, melayani dengan hati, membina dengan kemanusiaan, dan mengabdi untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *