Dengarkan Keluhan Warga Binaan, Petugas Lapas Metro Buka Ruang Komunikasi Melalui Program Sapa Kasih

147 views

Lampung — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus membuka ruang komunikasi antara petugas dan Warga Binaan melalui program “Sapa Kasih Warga Binaan”.

Program yang digagas Kepala Lapas Metro, Tetra Destorie, tersebut menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk menyampaikan berbagai keluhan, kendala, kebutuhan, maupun masukan secara langsung kepada petugas, Senin, (21/9/2026).

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya menerima informasi dari petugas, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka alami selama menjalani masa pidana dan mengikuti berbagai program pembinaan di Lapas Metro.

Berbagai hal dapat disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kendala yang dihadapi dalam pelayanan, kebutuhan selama berada di Lapas, pelaksanaan pembinaan, hingga hal-hal lain yang dirasakan perlu mendapatkan perhatian dari petugas.

Sapa Kasih menjadi salah satu sarana agar persoalan yang dirasakan Warga Binaan dapat diketahui secara langsung oleh petugas. Dengan adanya penyampaian secara terbuka, setiap keluhan dan masukan dapat menjadi bahan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah yang dapat dilakukan.

BACA JUGA:  Kepala Rutan Kotabumi Ikuti Rapat Koordinasi Dilkumjakpol Plus Tahun 2022

Tetra mengatakan bahwa program tersebut dibuat untuk memberikan ruang bagi Warga Binaan agar dapat menyampaikan apa yang menjadi persoalan mereka secara langsung.

“Program ini kita buat agar kita bisa lebih dekat dan lebih memahami Warga Binaan. Kita ingin mendengar langsung apa yang mereka rasakan, apa yang menjadi kebutuhan mereka, termasuk saran dan masukan untuk perbaikan pelayanan,” ujar Kalapas Tetra.

Menurutnya, penyampaian keluhan secara langsung menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan. Petugas dapat mengetahui persoalan yang mungkin tidak terlihat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sementara Warga Binaan memiliki saluran untuk menyampaikan hal yang perlu mendapatkan perhatian.

BACA JUGA:  Penuh Semangat ! Pramuka Lapas Cibinong Gelar Fun Games Latih Kekompakan Warga Binaan

“Kita dengarkan semuanya. Mana yang bisa kita tindak lanjuti, akan kita tindak lanjuti. Mana yang memang harus melalui aturan dan prosedur, tentu akan kita sesuaikan. Yang terpenting adalah komunikasi tetap berjalan dengan baik,” tuturnya.

Tetra menegaskan, setiap masukan yang disampaikan tetap akan diproses dengan memperhatikan aturan, prosedur, serta kondisi yang ada. Artinya, Sapa Kasih bukan hanya menjadi tempat menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi bagian dari proses evaluasi pelayanan dan pembinaan di Lapas Metro.

Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku terbantu dengan adanya program Sapa Kasih. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk menyampaikan hal-hal yang mereka alami secara langsung kepada petugas.

BACA JUGA:  Lapas Kelas I Bandar Lampung Jalin Kerja Sama Strategis untuk Tingkatkan Fasilitas Hubungan Keluarga Warga Binaan

“Menurut saya kegiatan seperti ini bagus pak, karena kami bisa menyampaikan langsung kalau ada kendala atau sesuatu yang ingin ditanyakan. Jadi tidak hanya dipendam sendiri, tapi bisa disampaikan dan didengar oleh petugas,” ungkap R saat dimintai keterangannya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan sehingga komunikasi antara Warga Binaan dan petugas tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *