Kendal – Lapas Terbuka Kendal menerima kunjungan Tenaga Ahli Laksda TNI (Purn.) Rahmad Wahyudi, Kamis (24/9). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung pembangunan kandang ayam broiler yang tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di Lapas Terbuka Kendal.
Dalam kunjungannya, Rahmad Wahyudi meninjau langsung kondisi dan kesiapan kandang yang memiliki luas 116 x 12 meter dengan konstruksi dua lantai. Kandang tersebut dirancang mampu menampung hingga 50.000 ekor ayam broiler dalam satu siklus pemeliharaan.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana pendukung seperti tempat pakan, tempat minum, hingga jaringan listrik yang menjadi bagian penting dalam menunjang operasional kandang.
Kalapas Terbuka Kendal Nu’man Fauzi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aspek kandang benar-benar siap sebelum memasuki tahap operasional.
“Kami terus memastikan kesiapan kandang, baik dari sisi sarana prasarana maupun sistem pendukungnya. Dengan kapasitas yang besar, tentu diperlukan pengelolaan yang terencana agar operasional dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi program pembinaan kemandirian warga binaan,” ungkap Nu’man Fauzi.
Menurutnya, pengembangan budidaya ayam broiler ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem Integrated Farm Lapas Terbuka Kendal, sekaligus membuka ruang pembelajaran dan keterampilan baru bagi warga binaan melalui kegiatan peternakan yang dikelola secara produktif.
Dengan masa pemeliharaan ayam hingga panen sekitar 35 hari, pengelolaan kandang dirancang agar siklus produksi dapat berjalan secara berkelanjutan dan terukur.
Tenaga Ahli Laksda TNI (Purn.) Rahmad Wahyudi menyampaikan bahwa pola pengisian ayam dapat dilakukan secara bergantian antara lantai pertama dan lantai kedua. Pola tersebut dinilai dapat menjaga kesinambungan siklus pemeliharaan dan produksi ayam broiler.
“Pengisian ayam dapat dilakukan secara bergantian antara lantai satu dan lantai dua. Dengan pola seperti ini, siklus pemeliharaan dapat terus berjalan sehingga kandang dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Rahmad Wahyudi.
Melalui pengembangan peternakan broiler berkapasitas besar ini, Lapas Terbuka Kendal terus mendorong optimalisasi lahan dan sarana pembinaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada ketahanan pangan.

