Pangkalpinang – Menjaga daya tarik wisata tidak hanya tentang keindahan alam, tetapi juga bagaimana masyarakat di dalamnya mampu merawat dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Desa Wisata Burong Mandi, Kabupaten Belitung Timur.
Sejak 2023, Pertamina mendukung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Berage dalam mengembangkan Desa Wisata Burong Mandi sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Dukungan dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelompok, pelatihan pemilahan sampah, penyediaan fasilitas pendukung ramah lingkungan, serta pelibatan pelaku UMKM di sekitar Pantai Burong Mandi.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pemilahan sampah yang diikuti 30 anggota Pokdarwis, 10 pelaku UMKM, dan 15 masyarakat sekitar. Untuk mendukung pengelolaan kawasan, Pertamina juga menyediakan lampu jalan dengan panel surya dan tempat sampah terpilah. Sementara pelaku UMKM lokal dilibatkan untuk berjualan di sekitar Pantai Burong Mandi sehingga aktivitas wisata turut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.
Upaya tersebut berjalan seiring dengan aktivitas wisata di Burong Mandi. Pada 2024, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 21.855 orang dan pada data terbaru mencapai 23.002 pengunjung per tahun. Pengelolaan destinasi juga memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok. Pokdarwis Berage yang beranggotakan 30 orang mencatat rata-rata pendapatan sekitar Rp9,58 juta per bulan dari pengelolaan destinasi. Pada periode Idul Fitri, pendapatan kelompok bahkan mencapai Rp47,86 juta dalam satu bulan seiring tingginya jumlah kunjungan wisatawan.
Ketua Pokdarwis Berage, Herkoles, mengatakan dukungan yang diberikan Pertamina membantu kelompok meningkatkan kemampuan dalam mengelola kawasan wisata, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Pelatihan pemilahan sampah ini sangat dibutuhkan karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Kami berharap kesadaran menjaga kebersihan semakin meningkat sehingga wisatawan merasa lebih nyaman saat berkunjung,” ujar Herkoles.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pengembangan wisata berbasis masyarakat perlu diikuti dengan penguatan kapasitas kelompok dan keterlibatan masyarakat di sekitar destinasi.
“Burong Mandi memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan bersama masyarakat. Melalui penguatan kapasitas Pokdarwis dan pelibatan pelaku usaha lokal, kami berharap pengelolaan destinasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rusminto.
Pengembangan Desa Wisata Burong Mandi turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni Tujuan 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemanfaatan lampu jalan panel surya, Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan Pokdarwis dan UMKM lokal, serta Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemilahan sampah di kawasan wisata.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita 3 melalui penguatan kewirausahaan dan ekonomi masyarakat, Asta Cita 6 melalui pemberdayaan masyarakat desa, serta Asta Cita 8 melalui upaya menjaga lingkungan dan kelestarian alam.

