Rutan Sukadana Skrining TBC Dengan Intervensi Rontgen Dada Bagi Seluruh Warga Binaan

354 views

Betiklampung.com (SMSI), Sukadana —

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Lampung menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) Penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui skrining gejala dan intervensi dada terhadap seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Rabu (29/11/2023).

Skrining gejala dan intervensi rontegen dada tersebut menggunakan metode internvensi Chest X Ray (rontegen dada), dilakukan oleh Tim Kesehatan Gabungan dari Dirjen Pemasyarakatan yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dinas Kesehatan Lampung Timur.

Kegiatan skrining gejala dan intervensi dada merupakan program dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan berlangsung di 374 Lapas, Rutan, LPKA dan 33 Kantor Wilayah Kemenkumham RI.

BACA JUGA:  Inovasi Pertamina Bangun Generasi Peduli Lingkungan Melalui Edukasi Pertanian Berkelanjutan Sejak Dini Kepada PAUD Girimaya Bukit Besar

Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Abdul Aziz didampingi Jajaran Pejabat Struktural dan Perawat serta Tim Kesehatan Gabungan dari Dirjen Pemasyarakatan membuka kegiatan ini di Aula Rutan Sukadana.

Kegiatan ini akan belangsung selama 3 (tiga) hari mulai pada hari Rabu (29/11) hingga Jumat (01/12) yang diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Sukadana dengan total 485 orang WBP.

Selanjutnya apabila ditemukan ada WBP yang hasil Rontgentnya mengindikasikan adanya infeksi TBC maka akan dilakukan pemeriksaan dahak dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dilaksanakan oleh Fasyankes setempat.

BACA JUGA:  Pastikan Seluruh Blok Aman Dan Kondusif, Petugas Regu Jaga Laksanakan Kontrol Keliling.

Kasubsi Pelayanan Tahanan, Romzi B didampingi petugas kesehatan selaku penanggung jawab kegiatan ini menyampaikan bahwa salah satu manfaat dari kegiatan ini selain untuk mengetahui status kesehatan WBP juga merupakan tindakan antisipasi penyebaran dan Penularan Penyakit menular TBC.

Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Abdul Aziz menyampaikan ucapan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan ini. “Lapas/Rutan adalah salah satu tempat berisiko tinggi penularan penyakit TBC. Sehingga kami ucapkan terima kasih dan apresiasi luar biasa kepada Kemenkumham yang bekerja sama dengan Kemenkes dalam hal ini Ditjenpas yang telah melaksanakan kegiatan ini,” ujar Karutan.