Dirjen HAM Apresiasi Akses Layanan Lapas Kelas I Semarang

328 views

Betiklampung.com, Semarang —

Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dhanana Putra apresiasi layanan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Semarang, Rabu (11/9/2024).

“Jadi saya dari Yogyakarta melaksanakan kegiatan terkait pelaksanaan persiapan menyongsong KHUP Nasional khususnya pidana mati. Saya manfaatkan untuk berkunjung penguatan tingkat wilayah,” ujarnya.

Dhanana memuji akses layanan untuk warga binaan khususnya akses kesehatan untuk para WBP. “Akses WBP terhadap kesehatan cukup baik karena di sini terdapat empat dokter. Kantor kami malah kalah. Di sini juga ada kemitraan dengan Dinas Kesehatan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Prajurit Elang Samudera Raih Emas Pada Event Navy Tournament Danlanal Cirebon Tahun 2024

Tak hanya kesehatan, Dhanana mengapresiasi akses pendidikan untuk para warga binaan sangat baik. Hal ini dibuktikan antusias WBP sangat antusias mengikuti sejumlah kegiatan pengembangan diri. “Antusias WBP meningkatkan ketagwaan dan keilmuan cukup baik,” jelasnya.

Dhanana juga memuji produk kerajinan karya WBP selama menjalani hukuman. Namun yang menjadi persoalan adalah pemasaran produk karya warga binaan. “Harapan kami teman-teman di Pemda bisa bekerjasama dengan Lapas Kedungpane agar bisa memasarkan produk karya WBP” tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi sel untuk WBP disabilitas. Pada kunjungan itu dia juga meninjau sarana prasarana kamar sel untuk WBP disabilitas. Menurutnya, sarana prasarana yang disediakan di dalam sel itu dinilainya cukup layak untuk para WBP disabilitas.

BACA JUGA:  Warga Binaan Lapas Narkotika Bandar Lampung Antusias Ikuti Senam dan Sarapan Pagi Bersama

“Per kamar diisi dua orang. Hal ini membuat nyaman, dan uniknya di dalam terdapat exhaust fan sehingga ada sirkulasi udara,” imbuhnya. Lanjutnya, WBP disabilitas perlu dilakukan akselerasi.

Pihaknya berharap dinas terkait bisa mendukung WBP disabilitas sedang menjalani pidana. “Kami berharap lapas Kedungpane menjadi pilot project untuk disabilitas,” tuturnya.

Sementara itu, Kalapas Semarang Usman Majid mengatakan kendala yang dialami adalah over kapasitas. Lapas Semarang memiliki kapasitas 663 orang sementara penghuninya mencapai 1764 orang. “Jadi ini sudah over kapasitas,” tuturnya.