Betiklampung.com, Semarang —
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang telah melaksanakan Kegiatan Desk Evaluasi Virtual Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi secara virtual zoom di Aula Merdeka, senin (30/09). Desk Evaluasi Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) yang berjumlah delapan orang.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Semarang, Usman Madjid memimpin Tim Pembangunan Zona Integritas Lapas Semarang pada penilaian tersebut. Diawali dengan perkenalan singkat dan langsung dilaksanakan pemaparan terkait Pembangunan Zona Integritas di Lapas Semarang oleh Kalapas.
Paparan berkaitan tentang bagaimana proses pembangunan Zona Integritas melalui 6 area perubahan dan dampak apa saja yang sudah terlihat dengan menjunjung tinggi nilai integritas. “Inti dari pembangunan Zona Integritas tersebut adalah untuk meningkatkan pelayanan publik dan menghilangkan korupsi,” jelas Kalapas.

Didukung oleh Ketua ZI dan seluruh tim Pokja, Usman Madjid menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membangun budaya integritas di Lapas Kelas | Semarang. “Kami berkomitmen untuk mewujudkan WBK. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, membangun budaya integritas, dan memberantas korupsi di Lapas kami,” tegasnya.
Selanjutnya, Tim Penilai Mandiri yang selaku Pengendali Teknis memberikan pertanyaan mendalam untuk menggali lebih lanjut terkait implementasi ZI di Lapas Kelas | Semarang. Sesi ini berlangsung dengan dinamis dan penuh antusiasme, menunjukkan komitmen kuat dari seluruh jajaran Lapas Kelas I Semarang dalam mewujudkan ZI yang berintegritas.
“Kita bersyukur bahwa kami masih diberikan kesempatan untuk berada sampai titik saat ini. Mohon izin terkait upaya dan perjuangan kami dalam Pembangunan Zona Integritas di Lapas Kelas I Semarang masih wajib dioptimalkan. Kami berharap pada tahun ini semoga bisa mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi karena ini bisa menjadi stimulan bagi kita agar bekerja dengan lebih baik lagi untuk organisasi,” jelas Usman Madjid.

