Betiklampung.com, Pangkalpinang —
Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pangkalpinang mendapatkan penyuluhan tentang ketahanan pangan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bertempat di Aula Lapas pada selasa, (04/02).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada Warga Binaan dalam memanfaatkan teknologi pertanian, khususnya sistem hidroponik, sebagai solusi pertanian modern.
Dalam penyuluhan ini, Supriyadi, selaku penyuluh pertanian wilayah binaan Kabupaten Bangka Barat, memberikan materi tentang hidroponik secara mendalam. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian hidroponik, teknik bercocok tanam dengan sistem hidroponik, manfaat tanaman yang ditanam dengan metode ini, serta keuntungan dan tantangan dalam menerapkan sistem hidroponik.
Menurut Supriyadi, sistem hidroponik memiliki banyak keunggulan, di antaranya efisiensi penggunaan lahan dan air, pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, serta hasil panen yang lebih bersih dan berkualitas. Namun, ia juga menjelaskan bahwa sistem ini membutuhkan ketelitian dalam pengelolaan nutrisi serta investasi awal yang relatif lebih tinggi dibandingkan pertanian konvensional.
Kegiatan penyuluhan ini disambut dengan antusias oleh Warga Binaan yang berharap dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk bekal keterampilan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mereka memiliki peluang untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan serta memiliki keterampilan yang dapat digunakan selama masa pembinaan di lapas maupun setelah bebas.
Di tempat yang berbeda, Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Pangkalpinang, Meita Eriza, menyambut baik kegiatan ini dan berharap Warga Binaan dapat memanfaatkan ilmu yang diberikan sebagai bekal keterampilan setelah bebas nanti.
“Kami sangat mengapresiasi penyuluhan ini karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi Warga Binaan. Diharapkan, dengan keterampilan hidroponik yang mereka pelajari, nantinya mereka dapat mandiri dan berkontribusi dalam ketahanan pangan,” ujar Meita.

