Duduk Sama Rendah, Kalapas Makan Bersama Warga Binaan: Keluarga Tak Akan Rusak Rumah Sendiri

332 views

Bandar Lampung – Pemandangan menyejukkan terlihat usai pelaksanaan senam pagi di Lapangan Futsal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung, Jumat (9/1). Tidak membubarkan diri, Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati bersama seluruh pejabat struktural dan staf justru duduk berbaur menikmati santap pagi bersama ratusan Warga Binaan.

Momen makan bersama ini menghapus sekat hierarki yang biasanya membatasi petugas dan warga binaan. Sambil menyantap hidangan sederhana, canda tawa terdengar riuh, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu kental.

Di tengah kehangatan tersebut, Ike Rahmawati menyampaikan pesan mendalam. Ia menegaskan bahwa pendekatan kekeluargaan ini bukan tanpa makna. Baginya, rasa memiliki terhadap “rumah” (Lapas) harus ditanamkan di hati setiap penghuni.

BACA JUGA:  Dukung Program Jamkeskot, Lapas Narkotika dan Disdukcapil Bandar Lampung Gelar Perekaman KTP-KK Bagi Warga Binaan

“Lihat sekeliling kita, hari ini tidak ada sekat. Kita duduk sama rendah, makan makanan yang sama. Ini bukti bahwa kita adalah satu keluarga besar. Saya ingin membangun rasa kebersamaan ini agar kalian merasa dimanusiakan dan dihargai,” ujar Ike Rahmawati.

Namun, Kalapas juga menyisipkan pesan tegas di balik filosofi keluarga tersebut. Ia mengingatkan bahwa status sebagai keluarga membawa tanggung jawab moral untuk menjaga ketertiban dan keamanan tempat tinggal mereka.

BACA JUGA:  Para Simracer Indonesia Berhasil Mendominasi Gelar Juara di Musim Ketiga Ajang Honda Racing Simulator

“Ingat, karena kita adalah keluarga, dan Lapas ini adalah rumah kita saat ini, saya yakin tidak ada anggota keluarga yang mau merusak rumahnya sendiri. Keluarga tidak akan pernah melanggar aturan di rumahnya sendiri. Jadi, mari kita jaga rumah ini, patuhi aturan, dan saling menjaga layaknya saudara,” tegas Ike Rahmawati yang disambut tepuk tangan para warga binaan.

BACA JUGA:  Pendaftaran IDCamp X KADIN 2023 Telah Dibuka, IOH Targetkan Ribuan Talenta Digital Muda Bergabung

Pendekatan persuasif dan humanis ini diharapkan mampu menyentuh hati para warga binaan, sehingga kepatuhan terhadap aturan muncul dari kesadaran diri, bukan sekadar karena takut pada petugas.