Lestarikan Budaya Tradisional, Warga Binaan Lapas Cibinong Antusias Belajar Seni Tradisional Sunda Lengser

279 views

Cibinong — Lemabaga Pemasyarkatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program pembinaan kepribadian yang inovatif dan sarat nilai budaya, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan latihan kesenian tradisional Sunda Lengser, yang diikuti dengan antusias oleh warga binaan, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Sanggar Seni Putra Binekas dari Paguyuban Kesenian Sunda Kabupaten Bogor. Pelatih profesional memberikan materi teori sekaligus praktik secara langsung, sehingga warga binaan tidak hanya memahami makna filosofis seni Lengser, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan baik.

Pelatih dari Sanggar Seni Putra Binekas, Deden, menyampaikan apresiasinya atas semangat yang ditunjukkan para warga binaan selama mengikuti latihan.

BACA JUGA:  Penyalahgunaan Visa dan Overstay, 24 WNA Diamankan dan 7 Diantaranya Dideportasi

“Kami melihat antusiasme dan kesungguhan yang luar biasa dari warga binaan dalam mempelajari seni Lengser. Seni tradisional bukan hanya soal gerakan, tetapi juga tentang etika, karakter, dan penghormatan terhadap budaya. Kami berharap keterampilan ini bisa menjadi bekal positif bagi mereka ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Deden.

Pelestarian seni budaya tradisional Indonesia menjadi bagian penting dalam proses pembinaan ini. Di tengah arus modernisasi, keberadaan seni tradisional perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni budaya Nusantara, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada pengembangan bakat, keterampilan, serta pembentukan karakter positif warga binaan.

BACA JUGA:  Tatap Muka Danbrigif 4 Mar/BS Dengan Keluarga Besar Prajurit Yonif 8 Marinir

“Kami sangat mendukung penuh latihan seni ini dan berharap program ini dapat terus berjalan. Warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal, mencintai, serta melestarikan seni budaya tradisional Sunda,” ujar Wisnu.

Menurutnya, pembinaan berbasis seni budaya memiliki dampak positif dalam membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan di antara warga binaan. Selain itu, keterampilan seni yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal berharga setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Cibinong tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang pelestarian budaya lokal. Warga binaan diharapkan dapat ikut menjaga dan mengembangkan budaya Sunda serta budaya tradisional Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan di lapas dapat berlangsung produktif, inspiratif, dan memberi harapan baru bagi masa depan mereka.