Cibinong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau beserta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dalam rangka melihat langsung berbagai inovasi pelayanan dan pembinaan yang diterapkan di Lapas Cibinong, Kamis (5/3/2026).
Disambut langsung oleh Kalapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, beserta jajaran struktural, para rombongan diajak meninjau Klinik Pratama Lapas Cibinong untuk melihat secara langsung layanan kesehatan yang diberikan kepada warga binaan. Klinik ini menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung pemenuhan hak dasar warga binaan, terutama di bidang kesehatan.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Dapur Sahabat Lapas Cibinong, yang menjadi salah satu objek percontohan dapur pemasyarakatan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung proses pengolahan makanan yang dilakukan secara higienis dan sesuai standar, sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Riau, Aris Munandar, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dikembangkan di Lapas Cibinong. Menurutnya, program pembinaan yang terintegrasi dengan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan menjadi contoh yang baik bagi UPT Pemasyarakatan lainnya.
“Berbagai program yang kami lihat di Lapas Cibinong sangat inspiratif. Tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui keterampilan produktif yang bermanfaat bagi warga binaan. Hal ini tentu menjadi referensi berharga yang dapat kami kembangkan di wilayah Kepulauan Riau,” ungkap Aris.
Tidak hanya itu, rombongan juga meninjau berbagai inovasi pada program ketahanan pangan di Kebun Inovasi Lapas Cibinong yang menjadi lokasi pengembangan keterampilan produktif bagi warga binaan. Di area tersebut, rombongan melihat langsung pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot, kegiatan daur ulang sampah, hingga peternakan ayam dan bebek yang dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Sementara itu, Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa kunjungan studi tiru ini menjadi momentum penting untuk berbagi praktik baik antar satuan kerja pemasyarakatan.
“Lapas Cibinong terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi pembinaan yang tidak hanya berdampak bagi warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat. Kami berharap apa yang dilakukan di Lapas Cibinong dapat menjadi inspirasi dan dapat dikembangkan di UPT lainnya,” ujar Wisnu.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar satuan kerja pemasyarakatan dalam menghadirkan inovasi pembinaan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan di seluruh Indonesia.

