Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui sektor peternakan. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan ternak hasil budidaya Warga Binaan yang dilaksanakan bekerja sama dengan tim dokter hewan dari Vetopet Cibinong, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 12 ekor domba yang dibudidayakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Cibinong. Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif guna memastikan kondisi ternak tetap sehat, produktif, dan terawat dengan baik. Adapun pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan kondisi fisik hewan, pemantauan kesehatan, pemberian vitamin, pemeriksaan pola makan, hingga pengawasan kebersihan kandang ternak.
Program peternakan di Lapas Cibinong merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi. Melalui program ini, Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai peternakan, tetapi juga dilatih membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang positif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ternak ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program pembinaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program pembinaan kemandirian melalui peternakan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pangan, tetapi juga membentuk karakter Warga Binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala menjadi langkah penting agar seluruh proses pembinaan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Wisnu.
Sementara itu, dokter hewan dari Vetopet Cibinong, drh. Rachmi, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi seluruh domba dalam keadaan sehat dan terawat dengan baik. “Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, kondisi domba cukup baik dan sehat. Kebersihan kandang, pola pemberian pakan, serta perawatan harian juga sudah berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan adanya pengelolaan peternakan yang serius dan terarah di Lapas Cibinong,” jelas drh. Rachmi.
Dalam kegiatan sehari-hari, Warga Binaan dilibatkan secara aktif mulai dari membersihkan kandang, menyiapkan pakan, menjaga kebersihan lingkungan ternak, hingga memantau kondisi kesehatan hewan. Seluruh kegiatan dilakukan di bawah pendampingan petugas pembina sebagai sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter kerja yang disiplin dan produktif.
Salah satu Warga Binaan peserta program pembinaan kemandirian berinisial T mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan peternakan tersebut karena memberikan pengalaman serta ilmu baru yang bermanfaat untuk masa depannya. “Saya banyak belajar tentang cara merawat ternak, menjaga kesehatan hewan, dan mengelola peternakan dengan baik. Ilmu ini sangat bermanfaat dan saya berharap nantinya bisa menjadi bekal usaha setelah kembali ke masyarakat,” ungkap T.
Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan ternak ini, Lapas Cibinong menjadikan program peternakan sebagai sarana pembelajaran bagi Warga Binaan terutama dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan ternak hasil pembinaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal setelah bebas serta memberikan kontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa mendatang.

