Lapas Kelas I Bandar Lampung Menjelma Jadi Pusat Pembekalan dan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan

153 views

Bandar ​Lampung — Paradigma Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai tempat hukuman yang menyeramkan kini telah bergeser jauh. Di Lapas Kelas I Bandar Lampung, tempat ini telah menjelma menjadi wadah pembekalan diri dan pembinaan kepribadian yang humanis.

Berbagai program kreatif dan spiritual dihadirkan demi mencetak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang baru dan produktif.

​Serba-serbi program pembinaan di Lapas Kelas I Bandar Lampung mencakup aspek yang sangat luas, mulai dari kesenian, kepanduan, hingga penguatan spiritual dan jasmani. ​Geliat Seni dan Kreativitas: Dari Band hingga Paduan Suara.

​Mengekspresikan diri melalui seni menjadi salah satu terapi mental yang efektif bagi para WBP. Di Lapas Kelas I Bandar Lampung, bakat-bakat musik difasilitasi dengan adanya grup Band Lapas. Tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, mereka dilatih secara disiplin hingga mampu membawakan berbagai genre musik dengan harmonis.

BACA JUGA:  Gubernur Mirza : Ciri Peradaban Maju Adalah SDM Berkualitas

​Selain musik modern, terdapat pula kelompok Paduan Suara yang anggotanya terdiri dari para warga binaan. Alunan suara mereka kerap menghiasi berbagai acara resmi di dalam Lapas, sekaligus menjadi sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan kerja sama tim.

​Membentuk Karakter Melalui Gerakan Pramuka
​Program pembinaan kepribadian juga diperkuat melalui gerakan Pramuka (Praja Muda Karana). Melalui kegiatan kepanduan ini, para WBP ditempa untuk memiliki jiwa nasionalisme, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kepemimpinan.

Kegiatan seperti baris-berbaris dan simulasi ketangkasan menjadi menu rutin yang diikuti dengan penuh antusias. ​Seimbang Jiwa dan Raga: Pembinaan Kerohanian dan Senam Jasmani.

​Pembinaan mental spiritual menjadi pilar utama di Lapas Kelas I Bandar Lampung. Berpegang pada prinsip toleransi dan hak asasi, pembinaan kerohanian diakomodasi secara adil untuk seluruh pemeluk agama:

– ​Islam: Diisi dengan kegiatan pesantren kilat, mengaji Al-Qur’an, dan kajian keagamaan rutin di masjid lapas.

BACA JUGA:  Jalin Kerja Sama Dengan Pengadilan Agama, Rutan Pemalang Akan Fasilitasi Persidangan Warga Binaan Secara Daring

– ​Nasrani: Diisi dengan ibadah kebaktian berkala dan pendalaman Alkitab di gereja lapas.

– ​Buddha: Diisi dengan meditasi dan puja bakti di vihara lapas untuk menjaga ketenangan batin.

​Tidak hanya rohani, kesehatan fisik WBP juga menjadi prioritas. Setiap pekan, Lapas menggelar Senam Jasmani WBP. Gerakan instruktif yang enerjik di bawah sinar matahari pagi ini terbukti efektif menjaga imunitas dan membakar semangat positif para warga binaan.

​Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata dari fungsi pemasyarakatan yang sesungguhnya.

​”Lapas bukan lagi sekadar tempat pemidanaan atau tempat mengurung orang yang bersalah. Lebih dari itu, tempat ini adalah wadah pembekalan dan pembinaan kepribadian,” ujar Kalapas Kelas I Bandar Lampung.

​Kalapas ingin memastikan bahwa selama berada di sini, hak-hak spiritual dan pengembangan diri warga binaan tetap terpenuhi. Ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga membawa karakter baru yang lebih baik, iman yang lebih kuat, serta keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Tim Satops Patnal Lapas Way Kanan Lakukan Razia serta Tes Urine Bagi Petugas dan Warga Binaan

​Melalui pendekatan pembinian kepribadian yang komprehensif ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung membuktikan diri bahwa di balik jeruji besi, harapan baru dan masa depan yang lebih cerah masih bisa dirajut kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *