Dari Balik Jeruji Menuju Cahaya Al-Qur’an, 31 Warga Binaan Lapas Cibinong Raih Wisuda Tahfidz

154 views

Cibinong – Program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menunjukkan hasil yang membanggakan. Sebanyak 31 Warga Binaan berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan diwisuda sebagai Santri Tahfidz dan Santri Terbaik dalam rangkaian kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H yang digelar di Masjid At-Taubah Lapas Cibinong, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Lapas Cibinong, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bogor, perwakilan dari Baznas Kab. Bogor, pimpinan Pondok Pesantren Manba’ Hidayatul Ma’arif KH Ferdy Husaini, serta keluarga para wisudawan yang turut menjadi saksi atas capaian spiritual para Warga Binaan.

Momentum wisuda ini menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan para Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kerohanian Islam selama menjalani masa pidana. Keberhasilan menghafal Al-Qur’an tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan kepribadian di Lapas Cibinong berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan perubahan positif bagi para Warga Binaan.

BACA JUGA:  Asisten Deputi Setneg Tinjau Tambak Udang Vannamei dan Sarana Keamanan Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Cibinong menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan yang telah menunjukkan komitmen dan ketekunan dalam mempelajari Al-Qur’an.

“Wisuda Tahfidz ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan mampu menjadi sarana perubahan diri bagi Warga Binaan. Kami berharap nilai-nilai Al-Qur’an yang telah dipelajari dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama menjalani pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, KH Ferdy Husaini dalam tausiyahnya mengajak para wisudawan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana muhasabah dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

“Hijrah yang sesungguhnya adalah berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih dekat dengan Allah SWT. Semoga para santri yang hari ini diwisuda mampu menjaga hafalannya dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tutur KH Ferdy Husaini.

BACA JUGA:  Guna Optimalisasi dan Percepatan Pelayanan, PLN Lakukan Survei Pemadanan Data Pelanggan

Suasana haru menyelimuti kegiatan saat berlangsung prosesi pembasuhan kaki orang tua oleh para wisudawan yang dihadiri langsung oleh keluarga mereka. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan, bakti kepada orang tua, serta ungkapan penyesalan atas kesalahan di masa lalu dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Salah seorang wisudawan berinisial MJ mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian yang berhasil diraih. Menurutnya, program pembinaan keagamaan yang dijalani selama berada di Lapas telah memberikan banyak pelajaran berharga dan mengubah cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.

“Alhamdulillah, saya tidak pernah menyangka bisa sampai pada tahap ini. Melalui pembinaan di Lapas, saya belajar lebih dekat dengan Al-Qur’an dan memperbaiki diri. Kehadiran keluarga hari ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap dapat menjaga hafalan yang telah saya capai dan menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan ke depan,” ungkap MJ.

BACA JUGA:  Rutan Bandar Lampung Gelar Sosialisasi Pencegahan Hantavirus Kepada Warga Binaan

Melalui kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H ini, Lapas Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga penguatan spiritual dan pembentukan karakter. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Warga Binaan yang lebih bertakwa, berakhlak baik, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *