CIBINONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus mengoptimalkan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Misa bagi Warga Binaan Katolik yang dilaksanakan di Gereja Oikumene Terang Dunia Lapas Cibinong pada Senin (22/6/2026).
Misa berlangsung dengan khidmat dan dipimpin oleh Romo Carolus Putranto Tri Hidayat dari Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Warga Binaan Nasrani dengan penuh antusias sebagai sarana memperdalam iman serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kesadaran moral, serta memperkuat kesiapan Warga Binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Dalam homilinya, Romo Carolus menyampaikan renungan yang diambil dari Injil Matius 6:24-34 tentang ajakan untuk mengutamakan Tuhan dalam kehidupan dan tidak dikuasai oleh kekhawatiran duniawi. Melalui firman tersebut, Warga Binaan diajak untuk tetap memiliki harapan, kepercayaan, dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan umat-Nya.
“Janganlah khawatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam renungan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Cibinong menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membangun kesadaran diri, menumbuhkan pengharapan, serta memperkuat komitmen Warga Binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh diharapkan menjadi fondasi dalam proses perubahan perilaku dan reintegrasi sosial,” ujar Kasi Binadik.
Pelaksanaan Misa berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Para Warga Binaan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan sungguh-sungguh, mulai dari liturgi sabda, homili, doa umat, komuni hingga menerima berkat dari Tuhan.
Lapas Cibinong berkomitmen untuk terus memenuhi hak-hak Warga Binaan, termasuk hak menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan terbentuk pribadi-pribadi yang memiliki integritas, moralitas, serta kesiapan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

