Didampingi Kalapas Ampana, Kabagtum Kanwil Ditjenpas Sulteng Bekali Peserta Maganghub dengan Nilai Profesionalisme

157 views

Ampana — Menyiapkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan siap menghadapi dunia kerja, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Maulana Luthfiyanto, memberikan penguatan dan pengarahan kepada peserta Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang melaksanakan program magang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Sabtu (29/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para peserta untuk memperoleh pembekalan sekaligus memahami pentingnya membangun sikap profesional sejak berada di lingkungan kerja. Pengarahan dilaksanakan di Aula Sivia Patuju Lapas Kelas IIB Ampana dan dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Ampana Febriansyah, jajaran pejabat struktural selaku mentor, serta para peserta magang yang telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti program magang.

Dalam arahannya, Maulana Luthfiyanto menekankan bahwa program magang bukan semata-mata kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

Menurutnya, setiap peserta perlu memahami bahwa selama berada di lingkungan Lapas, terdapat ketentuan dan tata tertib yang harus dipatuhi. Kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam membentuk sikap kerja yang bertanggung jawab serta menunjukkan keseriusan dalam mengikuti seluruh rangkaian program.

“Selama melaksanakan magang, saya berharap adik-adik dapat menaati seluruh peraturan yang ada, menjaga sikap dan sopan santun, serta menunjukkan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan. Berikan yang terbaik selama mengikuti kegiatan magang,” ujar Maulana.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Banyuasin Pimpin Langsung Kegiatan Sapa Kasih Warga Binaan untuk Perkuat Pembinaan dan Keamanan

Ia juga mengingatkan para peserta agar senantiasa menjaga etika, sikap, dan sopan santun dalam berinteraksi dengan pegawai maupun sesama peserta magang. Menurutnya, kemampuan seseorang tidak hanya dinilai dari kecakapan dalam menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari bagaimana ia bersikap, berkomunikasi, menghargai orang lain, dan mampu menempatkan diri di lingkungan kerja.

Maulana menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program Maganghub hendaknya dimanfaatkan secara maksimal. Para peserta didorong untuk aktif bertanya, belajar dari pengalaman para mentor, memahami mekanisme kerja, serta tidak ragu mengambil kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan.

Ia juga mendorong peserta agar mampu membangun kerja sama yang baik dengan pegawai di lingkungan Lapas Ampana. Kemampuan berkolaborasi, berkomunikasi, menerima arahan, dan menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab merupakan keterampilan yang akan menjadi bekal penting ketika peserta memasuki dunia kerja secara penuh.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana Luthfiyanto turut menyampaikan sejumlah pesan motivasi kepada para peserta agar menjadikan program magang sebagai proses pembelajaran yang berkelanjutan.

“Kalau ingin menuju kesuksesan, kita harus mau belajar, mau menerima nasihat, dan terbuka terhadap kritik serta masukan. Karena setiap nasihat yang baik merupakan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Ia juga berpesan agar peserta tidak mempersulit pekerjaan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana dan tepat.

“Pekerjaan jangan dibuat susah. Kalau ada cara yang lebih mudah, lebih efektif, dan tetap sesuai aturan, lakukan dengan sebaik-baiknya. Yang penting bukan sekadar pekerjaan selesai, tetapi bagaimana pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan tepat dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan serta Serah Terima Jabatan Ka UPT di Lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah

“Di mana pun kita berada dan di mana pun kita bekerja, tanamkan pikiran yang positif terlebih dahulu. Ketika kita membawa sikap positif, mau bekerja sama, dan memberikan yang terbaik, insyaallah hasil yang kita dapatkan juga akan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, menerima arahan, menjaga sikap, serta membangun pola pikir yang konstruktif.

Para peserta Maganghub menyimak dengan baik seluruh arahan yang disampaikan. Pembekalan tersebut mendapat apresiasi karena memberikan gambaran sekaligus motivasi bagi peserta dalam menjalani pengalaman pertama mereka di lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pengarahan tersebut menjadi bekal penting untuk menjalankan program magang dengan lebih disiplin dan bertanggung jawab.

“Pengarahan ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih disiplin, menjaga sikap, serta memberikan yang terbaik selama mengikuti kegiatan magang di Lapas Kelas IIB Ampana. Kami juga mendapatkan banyak pelajaran mengenai etika dan tanggung jawab di lingkungan kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan ruang belajar dan pengalaman kerja yang positif bagi para peserta selama menjalani program magang.

Menurutnya, keberadaan peserta magang di Lapas Ampana diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta budaya kerja yang diterapkan dalam lingkungan instansi pemerintah.

BACA JUGA:  Kepala Lapas Makassar Membuka Program Magang Hub Kemnaker Angkatan II Batch yang Diikuti 17 Peserta

“Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh proses magang dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, serta membangun komunikasi yang baik dengan para mentor dan seluruh jajaran. Jadikan setiap tugas dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja ke depan,” ujar Febriansyah.

Ia menambahkan bahwa jajaran Lapas Ampana akan terus memberikan pendampingan sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat selama menjalani program.

Melalui kegiatan pengarahan tersebut, Lapas Kelas IIB Ampana tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan program magang, tetapi juga turut mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter disiplin, beretika, bertanggung jawab, adaptif, dan profesional.

Program Maganghub diharapkan menjadi jembatan bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan pengalaman nyata di dunia kerja, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan profesional di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *