Penuh Khidmat, Warga Binaan Nasrani Lapas Ampana Perkuat Iman Melalui Ibadah Minggu

153 views

Ampana — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana mengikuti Ibadah Minggu dengan penuh khidmat di Gereja Oikumene Lapas Ampana, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus membentuk karakter dan mental WBP agar semakin baik selama menjalani masa pembinaan.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Ardin Toridu, S.Th. dari Klasis Ampana, dengan renungan berdasarkan Efesus 4:2. Dalam khotbahnya, Pdt. Ardin mengajak WBP untuk menjalani kehidupan dengan rendah hati, lemah lembut, sabar, serta saling mengasihi.

Pesan tersebut menjadi penguatan bagi WBP agar tetap mendekatkan diri kepada Tuhan, menjalani proses pembinaan dengan kesabaran, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Komitmen Lindungi Generasi Penerus Bangsa, Lapas Cibinong Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026

“Kami berharap para WBP tetap mendekatkan diri kepada Tuhan, selalu mengingat kebesaran dan kasih Tuhan, serta menjalani masa pembinaan dengan penuh harapan dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Pdt. Ardin.

Pelaksanaan pembinaan kerohanian ini turut didukung melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Ampana dengan Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una melalui Pembimas Kristen, serta sinergi bersama gereja-gereja di Kota Ampana. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembinaan keagamaan bagi WBP dapat berlangsung secara rutin dan berkesinambungan.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kompetensi dan Pemahaman Petugas, Lapas Karanganyar Ikuti Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, mengapresiasi konsistensi pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi WBP. Menurutnya, pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga perlu memperhatikan aspek mental, moral, dan spiritual.

“Kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan WBP. Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga mental dan spiritual agar WBP memiliki bekal moral dan keimanan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Febriansyah.

Ia berharap melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkesinambungan, WBP semakin menyadari kesalahan, memiliki kemauan untuk memperbaiki diri, serta mampu menjadi pribadi yang lebih baik, taat kepada Tuhan dan hukum, serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, lancar dan penuh khidmat hingga selesai.

BACA JUGA:  Lapas Muara Tebo Kembali Panen Mentimun Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Kelas IIB Ampana dalam memberikan pembinaan secara humanis, berkelanjutan, dan tanpa membedakan latar belakang agama, sebagai bekal bagi WBP untuk kembali ke tengah masyarakat. Di balik setiap proses pembinaan, selalu ada harapan untuk sebuah perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *