Kepala Lapas Muara Tebo Ikuti FGD Pembahasan Konsep Forum Reintegrasi Sosial

152 views

Jambi – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Muara Tebo, Mukhlisin Fardi, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) pembahasan konsep pelaksanaan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS), Senin (14/9). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Kito Resort Hotel Jambi dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar.

FGD ini merupakan bagian dari persiapan pembentukan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS) pada Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi serta Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (KELAYAN BINTER) pada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jambi dan Bapas Kelas II Muara Bungo. Kegiatan turut menjadi wadah penguatan kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi di bidang kebapasan.

BACA JUGA:  Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Kelas I Bandar Lampung Gelar Perlombaan Tradisional Penuh Keceriaan

Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas pihak dalam mendukung proses reintegrasi sosial. “Pembentukan FORIS dan KELAYAN BINTER diharapkan dapat memperkuat kolaborasi serta memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap proses reintegrasi sosial, sehingga pelaksanaan tugas Pemasyarakatan dapat berjalan secara terpadu dan berdampak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bapas Kotabumi dan Pemkab Tubaba Teken Perjanjian Kerja Sama Perkuat Program Kerja Sosial Klien Pemasyarakatan

Sementara itu, Kalapas Muara Tebo, Mukhlisin Fardi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memahami konsep reintegrasi sosial secara lebih komprehensif. “Kami mendukung penguatan program reintegrasi sosial melalui sinergi dan kolaborasi antarunit Pemasyarakatan. Diharapkan FORIS dan KELAYAN BINTER dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung keberhasilan proses pembimbingan dan reintegrasi warga binaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui FGD ini, diharapkan terbentuk pemahaman yang selaras serta langkah strategis dalam mendukung pembentukan FORIS dan KELAYAN BINTER, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan yang profesional, terintegrasi, dan berdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *