Kreatif dan Produktif, Lapas Terbuka Kendal Sulap Magot Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

149 views

Kendal – Inovasi terus dikembangkan Lapas Terbuka Kendal dalam mengoptimalkan potensi hasil pembinaan kemandirian. Kali ini, maggot yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan pakan dikembangkan melalui proses pengolahan menggunakan mesin sangrai maggot untuk menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi, Rabu (7/10).

Penggunaan mesin sangrai menjadi bagian penting dalam pengembangan produk maggot. Melalui proses tersebut, maggot tidak hanya berhenti sebagai hasil budidaya, tetapi diolah menjadi produk maggot sangrai yang memiliki potensi untuk dikemas, dipasarkan, dan dikembangkan sebagai salah satu produk hasil pembinaan kemandirian.

Inovasi ini sekaligus menjadi upaya Lapas Terbuka Kendal dalam menciptakan nilai tambah dari hasil budidaya yang sudah tersedia. Dengan pengolahan lebih lanjut, maggot diharapkan memiliki daya jual yang lebih baik serta membuka peluang pengembangan usaha baru dari sektor pembinaan ketahanan pangan dan peternakan.

BACA JUGA:  Karutan Kelas IIB Kotabumi Lakukan Kontrol Pelayanan Terhadap WBP dan Keamanan Blok Hunian

Penanggung jawab kegiatan, Fajar Arvianto, menjelaskan bahwa penggunaan mesin sangrai dikembangkan untuk membuat proses pengolahan maggot menjadi lebih efektif sekaligus menghasilkan produk yang lebih siap untuk dikembangkan secara komersial.

“Kami mencoba mengembangkan maggot tidak hanya sebagai bahan pakan, tetapi juga menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi. Melalui mesin sangrai ini, proses pengolahan dapat dilakukan dengan lebih terarah sehingga ke depan maggot sangrai bisa dikemas dan dipasarkan sebagai produk hasil pembinaan,” jelas Fajar.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan turut terlibat secara langsung dalam proses pengolahan, mulai dari persiapan maggot, proses sangrai menggunakan mesin, hingga tahap akhir sebelum produk dikemas. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja secara nyata kepada warga binaan.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Aksi Konservasi di Pantai Panjang Bengkulu

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan bahwa pengembangan produk berbasis hasil budidaya merupakan bagian dari upaya memperluas manfaat pembinaan kemandirian.

“Kami terus mendorong agar hasil pembinaan tidak hanya berhenti pada proses budidaya, tetapi dapat diolah dan memiliki nilai tambah. Inovasi mesin sangrai maggot ini menjadi salah satu langkah untuk menciptakan produk yang lebih bernilai sekaligus memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan,” ungkap Nu’man Fauzi.

Pengembangan maggot sangrai selanjutnya akan diarahkan pada penyempurnaan proses produksi, kualitas, pengemasan, hingga pemasaran. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan maggot sebagai salah satu komoditas yang tidak hanya mendukung kebutuhan pakan dalam integrated farm, tetapi juga memiliki peluang ekonomi sebagai produk olahan.

BACA JUGA:  Lapas Muara Tebo Bersama Baznas Tinjau Lokasi Program Bedah Rumah Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Melalui inovasi mesin sangrai maggot, Lapas Terbuka Kendal menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat dikembangkan dari budidaya menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk membekali warga binaan dengan pengalaman kerja, keterampilan produksi, serta wawasan kewirausahaan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *