Selain Kelola Listrik, PLN Turut Menjaga Kelestarian Ekosistem Hutan Mangrove

# Dilihat: 247 pengunjung

Betiklampung.com, Bandarlampung –

Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan bakau yang tumbuh di pesisir pantai atau perairan sekitar muara sungai. Tepatnya di Kawasan Konservasi Mangrove Petengoran Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Lampung telah dilakukan upaya-upaya pelestarian mangrove sejak tahun 2008.

Hutan Mangrove sangat penting keberadaannya sebab bukan hanya sebagai habitat binatang laut untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak, juga untuk melindungi pantai dari abrasi air laut. Karena itulah, PLN Peduli menunjukkan keikutsertaannya dengan menggandeng Lampung Sweeping Community dan Komunitas Pelestari Mangrove untuk turut menjaga ekosistem mangrove yang dibuktikan dengan melakukan penanaman 3500 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Petengoran.

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Kelas Bandarlampung Menggelar Kegiatan Olah Raga dan Kesenian Dalam rangka Memperingati HUT RI ke-76

General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra mengatakan bahwa begitu pentingnya fungsi hutan mangrove terhadap lingkungan kita, maka PLN Peduli bersama Komunitas Pelestarian Mangrove melakukan penanaman 3500 bibit mangrove. Tujuannya adalah untuk mengembalikan keseimbangan alam pada ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai Lampung.

Hal itu disampaikan Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum, Mimin Milasari saat melakukan penanaman 3500 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Petengoran, Sabtu (31/7). “Ayo bersama-sama menjaga keseimbangan ekosistem hutan mangrove di sekitar kita, karena kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tambah Mimin Milasari.

BACA JUGA:  Indra Merviana Terpilih Sebagai Calon Dirops Dalam RUPS-LB Bank Lampung

Sementara, Toni Yunizar, Ketua Komunitas Pelestari Mangrove di Ekowisata Mangrove Petengoran mengatakan sejarah awal dilakukannya konservasi mangrove di kawasan itu karena adanya endemis malaria pada tahun 2008 di sekitar kawasan tersebut. Menurutnya, pada saat itu salah satu faktor yang menyebabkan endemis malaria adalah rusaknya ekosistem mangrove yang memicu perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk malaria.

BACA JUGA:  Pemerintah Kucurkan Stimulus hingga Desember 2021, Masyarakat dan Pelaku Usaha di Lampung Harap Stimulus Tetap Berlanjut

“Data tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi endemis malaria di tempat kami. Salah satu faktornya adalah karena sistem pengelolaan dan pengawasan hutan mangrove ini sudah ke arah yang lebih baik,” ungkap Toni. “Saya atas nama Komunitas Pelestari Mangrove mengapresiasi langkah PLN hari ini yang semakin membuktikan bahwa pelestarian mangrove sangat bermanfaat buat kita,” pungkasnya. (Rls/Red)