Kapolda Lampung Hadiri Apel Gelar Pasukan Kontijensi Aman Nusa II

343 views

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno hadiri gelar pasukan Kontijensi Aman Nusa II dalam rangka penanganan bencana alam tahun 2021 Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kota Bandarlampung, Rabu (3/10/2021).

Gubernur Arinal Djunaidi sebagai pimpinan apel mengatakan Lampung sudah masuk musim hujan. Dia minta aparat terkait melakukan persiapan antisipasi terjadinya hal buruk seperti banjir, longsor, serta bencana lainnya.

“Musim hujan rawan terjadinya bencana, gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan lainnya akibat perubahan iklim ekstrim seperti puting beliung dan lain-lain,” katanya pada sambutan apel tersebut.

Berbagai potensi bencana yang ada tadi hendaknya disikapi dan hadapi melalui pengelolaan penanganan bencana secara lebih baik terlebih di tengah Pandemi Covid 19, ujar Gubernur Arinal.

BACA JUGA:  Kepala Rutan Sukadana Teken MoU Dengan Kemenag Lampung Timur Untuk Pembinaan Keagamaan Bagi Warga Binaan

Dijelaskannya, pengelolaan yang baik artinya harus memahami ancaman kekuatan dan kemampuan untuk mengurangi resiko dengan menetapkan prioritas penanganan.

“Dia juga melihat perlunya kesadaran masyarakat terhadap karakteristik bencana dan risikonya lewat sosialisasi agar terbangun partisipasi, gotongroyong, kerelaan, dan kedermawanan,” katanya.

Diakhir sambutannya, Gubernur Arinal menyampaikan enam atensinya, yakni, Pertama, selalu terapkan dan laksanakan protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaan tugas mengingat pada saat ini kita berada di tengah – tengah pandemi covid 19.

BACA JUGA:  Partai Prima Ajak Masyarakat Pilih Mirza-Jihan, Tolak Golput dan Lawan Politik Uang

Kedua, tingkatkan rasa kesadaran, pemahaman serta kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa bencana dibarengi iman dan ikhlas sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas.

Ketiga, laksanakan upaya deteksi dini melalui pemetaan wilayah rawan bencana sehingga akan lebih mudah untuk menyusun rencana dan kesiapan penanggulangannya

Keempat, rawat sarana prasarana search and rescue (SAR) yang ada di satuan masing agar dalam kondisi siap opsional serta peningkatan kemampuan individu maupun latihan gabungan SAR dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta potensi SAR lainnya.

Kelima, laksanakan penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku pengerusakan lingkungan yang dapat menimbulkan bencana seperti para pelaku tindak pidana ilegal loging, ilegal mining, dll sesuai SOP.

BACA JUGA:  Terbaik Pertama Pengelolaan Anggaran, Lapas Tanjungpandan Terima Penghargaan dari KPPN

Keenam, tingkatkan koordinasi semua kerjasama dengan melibatkan semua stakeholder untuk memadukan kekuatan sumber daya potensi SAR agar sinergis dalam pelaksanaan tugas penangggulangan bencana. (Red)