Jati Agung – Sirkuit WG 99, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, bergemuruh oleh deru mesin dan aksi ratusan rider, Sabtu (15/8/2026). Sekitar 300 pembalap dari berbagai daerah turun dalam Grand Final Grasstrack Motocross Motorace Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IMI Lampung Tahun 2026.
Tidak sekadar menjadi arena adu kecepatan, kehadiran ratusan pembalap dan tim dari Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatra Selatan menjadi sinyal bahwa Sirkuit WG 99 memiliki potensi untuk berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga otomotif di Kabupaten Lampung Selatan.
Potensi tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pembalap, tim, penonton dan komunitas otomotif menciptakan pergerakan baru yang dapat dirasakan pelaku usaha, termasuk sektor UMKM.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, Muhammad Syaiful Anwar, saat membuka Grand Final Grasstrack Motocross Motorace Kejurprov IMI Lampung 2026 di Sirkuit WG 99, Kecamatan Jati Agung.
Menurut Syaiful Anwar, jumlah peserta yang mencapai sekitar 300 pembalap menunjukkan bahwa Jati Agung memiliki daya tarik untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan event olahraga otomotif berskala lebih luas.
“Event ini diikuti kurang lebih 300 peserta yang datang dari berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa Jati Agung dan Lampung Selatan memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan sebagai salah satu lokasi event olahraga otomotif,” ujar Syaiful.
Ia menilai, kegiatan olahraga yang menghadirkan peserta dari luar daerah memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Mobilitas pembalap dan tim akan diikuti kehadiran penonton serta komunitas, yang kemudian membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas usahanya.
“Pembalap datang, tim datang, penonton datang, komunitas bergerak, UMKM ikut tumbuh. Artinya, event olahraga juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan pengembangan Sirkuit WG 99 secara berkelanjutan. Lintasan tidak hanya diharapkan menjadi tempat berlangsungnya perlombaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda sekaligus panggung untuk melahirkan pembalap berprestasi dari Lampung Selatan.
“Saya berharap dari lintasan ini akan lahir generasi muda yang bukan hanya hebat di lintasan, tetapi juga disiplin, sportif, berani, dan memiliki prestasi,” tuturnya.
Di hadapan para rider, Syaiful Anwar juga mengingatkan agar semangat berkompetisi selalu berjalan seiring dengan pengendalian diri dan keselamatan. Menurutnya, keberanian di lintasan harus dibarengi kedisiplinan dan sportivitas.
“Berani melaju, tetapi tetap terkendali. Berani bersaing, tetapi tetap sportif. Dan yang paling penting, utamakan keselamatan,” pesannya.
Pesan tersebut, lanjutnya, juga relevan dengan semangat bulan kemerdekaan. Keberanian, perjuangan, pantang menyerah dan keinginan untuk memberikan yang terbaik di lintasan merupakan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Gas boleh, sportif wajib, keselamatan nomor satu,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Grand Final Grasstrack Motocross Motorace Kejurprov IMI Lampung 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi otomotif semata.
Ajang ini juga dapat menjadi ruang memperkuat persaudaraan antarkomunitas, mendorong pembinaan atlet muda, membuka peluang pertumbuhan UMKM, sekaligus memperkenalkan potensi Lampung Selatan kepada masyarakat dari berbagai daerah. (ptm-Kmf)

