Rektor Itera Resmi Kukuhkan 5.832 Mahasiswa Baru

147 views

Lampung — Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi mengukuhkan 5.832 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dalam Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru yang dipimpin Rektor Itera, Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., di pelataran Gedung Laboratorium OZT Itera, Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini diisi orasi ilmiah oleh Menteri Lingkungan Hidup yang diwakili Plt. Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ir. Noer Adi Wardoyo, M.Sc., serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Ph.D.

Ketua Tim Penerimaan Mahasiswa Baru Itera, Dr. Abdul Rajak, M.Si., menyampaikan, jumlah mahasiswa baru tahun ini merupakan yang terbanyak dalam sejarah penerimaan mahasiswa baru Itera.

Sebanyak 51,32 persen mahasiswa diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), 33,47 persen melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 15,09 persen melalui jalur mandiri, dan 0,1 persen melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

Program studi dengan tingkat persaingan tertinggi adalah Farmasi dengan rasio 1:14, Teknik Pertambangan 1:12, dan Rekayasa Kosmetik 1:10.

BACA JUGA:  Dhahana Putra Pertanyakan Larangan Paskibraka Berhijab: Tidak Sesuai Nilai Pancasila

Dari total mahasiswa baru, 87 persen berasal dari wilayah Sumatera dan 13 persen dari luar Sumatera. Lima provinsi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak yakni Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.

Lima provinsi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak yakni Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.

Rektor Itera Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dalam pidatonya mengatakan mahasiswa baru Itera merupakan generasi terpilih dari puluhan ribu pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. “Mulai hari ini, Itera bukan hanya tempat kalian menimba ilmu, tetapi juga akan menjadi tempat kalian menempa diri, membangun karakter, dan merancang masa depan,” ujar Rektor.

Ia menekankan, mahasiswa perlu mampu merespons berbagai tantangan zaman, mulai dari krisis iklim, ketimpangan sosial, perkembangan teknologi, dinamika politik, hingga ketidakpastian global. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus menjadi tempat lahirnya pemikiran dan solusi bagi persoalan masyarakat.

BACA JUGA:  Taklimat Akhir Audit Kinerja Dari Itdam II/Swj, Danrem 043/Gatam Perintahkan Untuk Segera di Tindak Lanjuti

“Di pundak adik-adik mahasiswa baru terletak tanggung jawab masa depan. Kalian bukan hanya dituntut menjadi sarjana, tetapi juga menjadi insan yang peduli, berpikir kritis, beretika, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu dan nurani,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan sejumlah program pengembangan akademik dan infrastruktur Itera. Salah satunya Jalur Kerja Sama Sarjana-Magister (JKSM) Itera dan ITB yang mulai berjalan tahun ini. Melalui program tersebut, mahasiswa dapat menempuh pendidikan sarjana di Itera dan magister di ITB dalam waktu lima tahun.

Orasi Ilmiah

Plt. Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ir. Noer Adi Wardoyo, M.Sc., dalam orasinya mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi krisis lingkungan melalui pengetahuan, inovasi teknologi, dan perubahan sosial. Mahasiswa juga didorong berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui pengembangan green jobs.

BACA JUGA:  Gema Bulan Suci Ramadhan, Anak Binaan LPKA Kelas I Palembang Laksanakan Shalolat Tarawih Pertama Ramadhan 1445 H

Sementara itu, Kepala LPPM Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Ph.D., menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi untuk menjawab persoalan nyata, seperti banjir, perubahan tata guna lahan, dan perubahan iklim.

Ia mengingatkan mahasiswa bahwa riset tidak cukup berhenti pada publikasi, tetapi harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dukung pengambilan keputusan. “Riset membantu memahami masalah, inovasi mencari solusi, dan keberanian mendorong perubahan. Masa depan bukan sesuatu yang ditunggu, tetapi sesuatu yang dibangun,” ujar Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *