Mengangkat Kekayaan Industri Tanah Air, Agenda BBI Bakal Dongkrak Potensi Industri Lampung

# Dilihat: 84 pengunjung

Betiklampung.com, Bandarlampung –

Provinsi Lampung bakal menjadi tuan rumah Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang akan berlangsung 17 Maret mendatang, bersamaan dengan Ulang Tahun Provinsi Lampung. Dalam agenda tersebut, Kementerian Perindustrian siap mengangkat beragam potensi kekayaan dan kemampuan industri Tanah Air.

Gerakan ini tak lain bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga membeli, menggunakan dan mengkonsumsi, serta mempromosikan produk-produk lokal agar IKM dan industri nasional dapat terus berkembang.

“Melanjutkan kesuksesan kampanye Bangga Buatan Indonesia tahun lalu, tahun ini Kemenperin kembali menjadi movement manager Bangga Buatan Indonesia dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Lampung. Kami mengusung tema Lagawi Fest, dengan tagline Lampung Bangga Wirausaha Industri, Satu Bumi Juta Karya,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta seperti dalam keterangan persnya.

Menperin mengatakan, tema tersebut digaungkan untuk menunjukkan semangat IKM Lampung sebagai wirausaha industri yang berdaya saing, dengan segala kreativitas dan keragaman produk lokal yang dihasilkan. Tema ini sejalan dengan semangat Presidensi G20 Indonesia, “Recover Together, Recover Stronger”.

Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia menjadi program kontinyu untuk meningkatkan jumlah unit artisan Indonesia, baik UMKM dan IKM. Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan Kementerian dan Lembaga, pemerintah daerah, top brands, media massa, dan stakeholder lainnya.

“Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini ditargetkan dapat mendongkrak jumlah artisan Indonesia dari 11,7 juta menjadi 30 juta UMKM dan IKM pada tahun 2023, serta untuk meningkatkan permintaan terhadap produk ekonomi kreatif buatan artisan Indonesia,” ucap Menperin.

Hingga akhir 2021, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia telah menghasilkan 9,2 juta unit UMKM on boarding atau memiliki akun digital, dan 17,2 juta UMKM berhasiil masuk ke dalam ekosistem digital. Gerakan ini menyasar artisan Indonesia, atau pelaku UMKM atau IKM yang memiliki produk dan jasa dengan nilai tambah dan kualitas tinggi, keunikan, atau spesialisasi yang jarang dimiliki oleh pesaing negara lain.

BACA JUGA:  Pemkot Bandar Lampung Gandeng ITERA Percantik Kota Hingga Kelola Sampah

Ditambahkan Direktur Jendereal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Reni Yanita mengungkapkan, konsep Gernas BBI 2022 berbeda dari tahun sebelumnya. Dengan lokus di Lampung, Kemenperin akan menjaring IKM Lampung terbaik yang berhak mendapatkan pendampingan wirausaha industri dan beragam reward. Program ini selaras dengan program e-Smart IKM sebagai salah satu strategi implementasi Making Indonesia 4.0 di sektor industri kecil dan menengah.

“Kami membuka pendaftaran melalui website esmartikm.id, yang kemudian akan dikurasi menjadi 30 IKM terpilih untuk diberikan pendampingan, dan dievaluasi berdasarkan capaian hasil penjualan untuk mendapatkan 5 IKM champion sebagai lesson learned bagi IKM lainnya. Ini bentuk perhatian dan dukungan pemerintah untuk mengangkat IKM-IKM hebat di Lampung,“ kata Reni.

Pendaftaran IKM untuk Gernas BBI Lampung ini dibuka hingga 7 Maret 2022, dan 30 IKM terpilih akan diumumkan saat kick off BBI Lampung #LagawiFest pada 17 Maret 2022. Selanjutnya selama 3 bulan berikutnya, 30 IKM tersebut akan mengikuti pendampingan literasi digital, pengembangan bisnis, dan pelatihan pengembangan produk (kemasan, Kekayaan Intelektual, standardisasi, hingga kualitas produk).

“30 IKM terpilih ini akan dievaluasi dan dinilai dari capaian kenaikan omsetnya dan perbaikan pengelolaan manajemen perusahaan antara sebelum dan sesudah mengikuti pendampingan,” lanjut Reni. Kemudian, 5 IKM champion yang berhasil meningkatkan transaksi penjualan dan omsetnya, akan didampingi dalam hal promosi produk, fasilitasi digital marketing, pameran, dan pendampingan teknologi 4.0, serta berkesempatan ikut serta dalam BBI Award. Adapun program harvesting ini rencananya dilaksanakan pada medio Juni 2022.

Bagi IKM non Lampung dapat pula bergabung dalam program e-Smart IKM reguler yang terbuka bagi seluruh IKM di Indonesia, dan pendaftarannya telah dibuka sejak Februari hingga Juni 2022, melalui esmartikm.id.

BACA JUGA:  Evaluasi Penanganan Covid-19 di Jambi, Kapolri Ingatkan Penurunan Level PPKM dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Sementara, melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni giat yang akan digelar di Lampung itu diharapkan dapat mempromosikan produk UMKM dan IKM asal Lampung.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi UMKM ataupun IKM Lampung masuk dalam platform digital, kemudian memberikan pendampingan wirausaha industri, peningkatan transaksi penjualan di platform digital dan makin banyak yang masuk ke ranah digital,” beber Elvira.

Nantinya, UMKM dan IKM yang ingin ikut serta dalam kegiatan tersebut diwajibkan untuk mendaftarkan diri pada e-Smart IKM. “IKM dan UMKM ini harus masuk e-Smart IKM dahulu agar bisa ikut serta, harapannya yang ikut serta dari beragam jenis usaha dan yang pasti mengangkat potensi daerah,” lanjutnya. (*)