Mikroplastik Mencemari Tubuh Manusia

# Dilihat: 117 pengunjung

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Mikroplastik akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat dikala gempuran permasalahan lingkungan yang tak kunjung selesai. Mikroplastik hadir sebagai partikel plastik yang berukuran <5mm dan nyatanya bukan menjadi masalah baru karena sejak tahun 1970an, partikel ini sudah ditemukan berada di pesisir pantai. Sumber pencemaran yang digadang memicu terbentuknya mikroplastik adalah dari polusi sampah plastik baik limbah cair maupun padat. Produksi dan penggunaan plastik secara massive diberbagai produk kebutuhan manusia, mampu meningkatkan pembentukan mikroplastik. Terlebih pengelolaan limbah yang salah juga turut memperparah kehadirannya. Peneliti menilai pencemaran mikroplastik di lingkungan dapat menjadi suatu ancaman yang mampu mengganggu keseimbangan ekosistem. Seperti pada studi-studi sebelumnya yang telah menemukan pencemaran mikroplastik mulai dari perairan, daratan, udara bahkan kawasan yang minim aktivitas manusia sekalipun.

BACA JUGA:  Sebagai Media Penyampaian Keluh Kesah bagi WBP, Petugas Laksanakan Kegiatan Salam Pemasyarakatan
Keadaan ini diperparah juga dengan ditemukannya migrasi mikroplastik masuk ke dalam rantai makanan yang salahsatunya juga ada manusia. Studi 5 tahun terakhir kembali membuktikan bahwa akhirnya perjalanan mikroplastik telah menginvasi tubuh manusia seperti di feses, plasenta ibu hamil, darah dan paru-paru. “Kehadiran mikroplastik didalam tubuh manusia disinyalir melalui 3 jalur utama yakni dari sistem pencernaan, sistem pernapasan dan paparan," Kata Eka Chlara Budiarti selaku Ketua Laboratorium ECOTON.
BACA JUGA:  Tingkat Vaksinasi Lampung Rendah, Taufik Basari Minta Gubernur Jelaskan Datanya
Kontaminasi wadah ke makanan atau juga dari kontaminasi bahan makanan sebelum diolah dapat masuk melalui sistem pencernaan. Seperti pada penelitian terkini, ikan-ikan di Muara Bengawan Solo terkontaminasi mikroplastik seperti ikan keting (Mystus nigriceps) sebanyak 2.1 partikel/gram, ikan belanak (Moolgarda seheli) 1.8 partikel/gram dan ikan Bandeng (Chanos chanos) sebanyak 1.4 partikel/gram.
BACA JUGA:  Promosikan Produk Hasil Karya WBP, Lapas Rajabasa Bersama Lapas Narkotika Bandarlampung Gelar Bakti Sosial di Tresna Werdha
Adapun mikroplastik yang dikonsumsi ikan-ikan tersebut berasal dari polimer Polyester (PE) yang biasa digunakan untuk pembuatan kain/tekstil, Polyethylene terephalate (PET) dari yang biasa digunakan untuk pembuatan kemasan AMDK dan Polypropylene (PP) yang biasa