Betiklampung.com (SMSI), Bandarlampung —
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Lampung, Dr. Sorta Delima Lumban Tobing, didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandarlampung, secara resmi melaksanakan acara Penutupan Rehabilitasi Sosial, Wisuda Igro dan Pembagian Raport yang digelar di Aula terbuka Lapas Perempuan, Selasa (08/09)
Acara dibuka dengan persembahan tari kreasi oleh Warga Binaan dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta penampilan lainnya berupa Video Testimoni Rehabilitasi Sosial dan Berantas Buta Huruf Hijaiyah serta Paduan Suara dari Warga Binaan yang selesai melaksanakan Rehabilitasi Sosial dan ditutup dengan penampilan Warga Binaan berupa Melafadzkan Huruf Hijaiyah dan Melafadzkan Surah Al-Wagiyah.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang Warga Binaan Rehabilitasi Sosial, Wisudawan buta huruf hijaiyah lulus Igra sebanyak 30 Orang, Al-guran awal dan hafalan 12 surat pendek sebanyak 52 Orang dan sekaligus pemberian raport pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan periode pertama (Januari-Juni) 2023 kepada perwakilan Warga Binaan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Kepala Badan Narkotika Nasional (diwakilkan), Ketua IKAI (diwakilkan) dan beserta Kepala Lapas Perempuan dengan seluruh jajaran petugas.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyebutkan Pembinaan bagi wanita” indonesia itu sangat penting, salah satunya kegiatan pembinaan yang diberikan di Lapas Perempuan ini adalah salah satu sebagai bentuk amanat dari Undang-Undang untuk membina para Warga Binaan. Kegiatan rehabilitasi Sosial di dalam Lapas dapat menjadikan pribadi Warga Binaan jauh lebih baik lagi.

Seluruh program pembinaan diberikan raport kepada masing masing Warga Binaan memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan Narapidana dan Anak didik Pemasyarakatan dalam mengikuti seluruh kegiatan pembinaan kepribadian yang diselenggarakan oleh Lapas Perempuan.

Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan diharapkan dengam adanya kegiatan ini para Warga Binaan memaknai arti kemerdekaan di dalam lapas tentunya kita terus berupaya untuk menjadi manusia yang merdeka secara religius agar kita benar-benar menjadi pribadi yang merdeka kelak.




