Kepala KPLP Kelas IIA Metro Tegaskan Kepada Warga Binaan Untuk Patuhi Tata Tertib Yang Berlaku

# Dilihat: 119 pengunjung

Betiklampung.com (SMSI), Metro —

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Kelas IIA Metro, Achmad Walid menegaskan kepada seluruh Warga Binaan untuk mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang berlaku di Lapas Metro. Hal tersebut ia katakan saat memimpin jalannya apel tamping dan perwakilan Warga Binaan pada tiap kamar hunian, Senin, (25/09)

Dalam arahannya, Walid memastikan dirinya tidak tinggal diam jika peraturan dan tata tertib dilanggar, ia akan memberikan sanksi yang tegas kepada seluruh Warga Binaan yang terbukti melakukan pelanggaran.

BACA JUGA:  Kadivpas Kanwil Lampung Ingatkan Saling Berbagi Kebaikan kepada Warga Binaan Lapas Kalianda

“Mari sama-sama ingatkan satu sama lain, teman satu kamarnya untuk dapat mematuhi apa yang sudah menjadi aturan,” tegas Walid.

Selain menyoal tentang tata tertib, Walid juga menghimbau agar blok dan kamar hunian senantiasa terjaga kebersihannya. Ia tak ingin kondisi lingkungan Lapas Metro menjadi kumuh dan tidak layak untuk dipandang karena sampah yang berserakan.

BACA JUGA:  Optimalisasi Pos Bapas Dalam Penanganan ABH, Bapas Kotabumi Kunjungi LPKA Bandarlampung

“Persoalan kebersihan juga menjadi bagian penting dan perhatian, jangan sampai kondisi lingkungan sekitar menjadi sarang sampah yang berserakan dimana-mana, hal kecil seperti puntung rokok wajib untuk dibuang ke tempat sampah,” kata Walid.

Kepala Lapas, Muchamad Mulyana dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan serangkaian apel, baik kepada tamping, Warga Binaan perwakilan kamar hunian atau bahkan seluruh Warga Binaan. Hal ini dilakukan guna melakukan Deteksi Dini, menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Metro.

BACA JUGA:  Dukung Kemajuan UMKM Indonesia, Sisternet Bangun Ekosistem Digital untuk UMKM Milik Perempuan

“Pembacaan catur dharma narapidana pun selalu dibacakan saat pelaksanaan Apel, tujuannya adalah agar mereka selalu ingat akan kewajiban saat menjalani pidana di Lapas Metro, sehingga ketika bebas bisa kembali bermasyarakat dengan baik,” kata Mulyana.