Lampung Ekspor Perdana Getah Damar ke Negara Ethiopia Dengan Nilai Sebesar Rp1,8 Miliar

# Dilihat: 717 pengunjung

Betiklampung.com (SMSI), Bandarlampung —

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan Pelepasan ekspor perdana UMKM CV Indonesian Commodity untuk produk getah damar asal Provinsi Lampung dengan tujuan ke negara Ethiopia, Rabu (03/07/2024)

Pemprov Lampung melepas ekspor perdana produk getah damar sebanyak 52 ton dengan nilai Rp1,8 miliar kenegara tujuan Ethiopia.

Ekspor tersebut dilakukan oleh UMKM yakni CV. Indonesian Commodity yang menjadi salah satu UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung.

Saat dimintai keterangan Direktur CV. Indonesian Commodity, Mahesa Raditia mengatakan, jika ekspor getah damar tersebut akan dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan jumlah 52 ton.

“Hari ini yang di ekspor ada dua kontainer sebanyak 52 ton dengan nilai Rp1,8 miliar. Rencananya ekspor akan dilakukan per tiga bulan sekali sebanyak dua kontainer,” ujarnya saat melakukan pelepasan ekspor di Pelabuhan Panjang, Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA:  Kepala Lapas Muara Enim Laksanakan Sholat Idul Fitri dan Pemberiaan Remisi Khusus Kepada Warga Binaan

Ia mengatakan jika untuk keberlanjutan ekspor tersebut pihaknya akan terus menjaga hubungan baik dengan pembeli serta menjaga agar jumlah getah damar yang dikirim tidak mengalami penurunan.

“Kita terus menjaga hubungan dengan pembeli dan rencananya ekspor dilakukan per tiga bulan sebanyak 2 kontainer. Ketika barang sudah sampai kemudian di inspeksi dan ketika sudah oke baru kirim lagi,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Evie Fatmawati mengatakan, jika Provinsi Lampung fokus pada pertumbuhan ekonomi untuk industri dan perdagangan guna menjaga stabilitas harga di Provinsi Lampung.

Selain itu pihaknya juga mengupayakan agar UMKM atau IKM menjadi salah satu pendorong utama kinerja perekonomian di Provinsi Lampung yaitu dengan memberdayakan UMKM atau IKM melalui pasar lokal dan pasar internasional.

BACA JUGA:  Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kalianda Deportasi Satu Warga Negara Taiwan

“Tapi untuk memasuki pasar luar negeri banyak problem dari UMKM atau IKM seperti kapasitas produksi, persyaratan mutu, perizinan, sertifikat pemasaran produk luar negeri, komunikasi dengan bayer dan akses permodalan,” ujarnya.

UMKM atau IKM yang sudah memasuki pasar ekspor juga harus ada quality control sehingga meminimalisir penolakan atau pengembalian barang sehingga kepercayaan akan produk Lampung tetap terjaga.

“Lampung merupakan daerah berbasis pada sektor agro maka perlu penggalian potensi dari UMKM atau IKM dengan komoditi yang belum terlalu populer salah satunya adalah getah damar ini,” jelasnya.

BACA JUGA:  Danrem 043/Gatam Pimpin Ziarah Rombongan Hari Juang TNI-AD 2021, HUT Kodam II/SWJ Ke- 76 dan HUT Kowad Ke- 60

Menurutnya getah damar sendiri digunakan sebagai
bahan baku untuk industri korek api, plastik, plester, pernis, cap, stabilisator, industri tinta dan kosmetik tetapi untuk Ethiopia ini untuk dupa.

“Getah damar ini bukan termasuk komoditi ekspor utama Provinsi Lampung. Dan ekspor getah damar ini kontribusinya masih sangat kecil baru 0,1 persen dari total ekspor yang ada di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Menurutnya masih rendahnya kontribusi ekspor getah damar tersebut maka diperlukan dukungan dan sinergi dengan stakeholder baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BUMN, BUMD dan dunia usaha.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu dan penyemangat bagi seluruh UMKM di provinsi Lampung agar semakin percaya diri dan terus konsisten untuk melangkah maju ke depan,” tutupnya. (*)