Melalui Program Pembinaan Kemandirian, Batik Lemang Hasil Karya Warga Binaan Jadi Produk UMKM Khas Kabupaten Muara Enim

293 views

Betiklampung.com, Muara Enim —

Dalam mengimplementasikan program strategis pemberdayaan dan pengembangan UMKM MEMBARA, Lapas Muara Enim terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian.

Salah satu wujud nyata dari pembinaan tersebut adalah hadirnya produk unggulan hasil karya warga binaan, yakni Batik Lemang, yang kini resmi menjadi bagian dari produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khas Kabupaten Muara Enim. Rabu 30/07

Batik Lemang yang mempunyai HAK CIPTA No .000625177 merupakan batik hasil kreasi warga binaan yang mengangkat kearifan lokal Muara Enim, khususnya simbol kuliner khas daerah yaitu lemang, lemang adalah makanan tradisional yang dimasak dalam bambu.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Pagi, Karutan Abdul Aziz Tegaskan Kedisiplinan dan Profesionalitas ASN Kepada Pegawai Rutan Sukadana

Motif-motif Batik Lemang menggabungkan unsur budaya, alam, dan identitas daerah Muara Enim yang dituangkan dalam desain batik modern namun tetap sarat makna.

Kepala Lapas Muara Enim, Mukhlisin Fardi menyampaikan bahwa pengakuan Batik Lemang sebagai produk UMKM khas Muara Enim merupakan suatu kebanggaan dan bukti nyata bahwa pembinaan di dalam Lapas mampu mencetak karya yang bernilai ekonomi dan budaya tinggi.

“Kami sangat bangga Batik Lemang kini menjadi bagian dari identitas UMKM Muara Enim. Ini adalah hasil kerja keras warga binaan yang terus dilatih dan dibina melalui program kemandirian.yang bekerjasama dengan Rumah Batik Serasan, Semoga ini menjadi inspirasi bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dan berkarya,” ujar Kalapas Mukhlisin.

BACA JUGA:  Periode PAM Lebaran 2022, Jasa Raharja Catat Angka Kecelakaan Turun 11 Persen dan Korban Meninggal Dunia Turun 40 Persen

Produk Batik Lemang Lapas Muara Enim beberapa kali ditampilkan dalam berbagai pameran, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Bahkan, permintaan terhadap batik ini terus meningkat seiring dengan popularitasnya sebagai oleh-oleh khas daerah.

Keterlibatan Lapas Muara Enim dalam mendukung program UMKM daerah juga merupakan implementasi dari prinsip restorative justice, di mana warga binaan diberi kesempatan untuk berkontribusi positif kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Karutan Azhar Terima Kunjungan Kepala BNNP Lampung dan Penyerahan Bakti Sosial di Rutan Kelas I Bandar Lampung

Dengan pengakuan resmi ini, diharapkan Batik Lemang dapat terus berkembang, memperluas pasar, serta menjadi simbol keberhasilan pembinaan dan pemberdayaan dalam dunia pemasyarakatan.