Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Rutin Ikuti Kegiatan Pramuka di Lapangan Apel

240 views

Betiklampung.com, Bandarlampung —

Dalam perkuat karakter, disiplin dan jiwa kepemimpinan warga binaan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terus menggelar kegiatan Pramuka Rutin setiap pekannya di lapangan apel utama. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh puluhan warga binaan dan dibimbing langsung oleh instruktur dari petugas pembinaan Lapas.

Kegiatan Pramuka yang digelar setiap pagi dengan nuansa kebersamaan dan semangat kepramukaan ini dirancang sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan pengembangan karakter. Melalui berbagai materi seperti baris-berbaris, sandi morse, kegiatan kecakapan umum, hingga simulasi kerja tim, warga binaan dilatih untuk lebih disiplin, tangguh, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.

BACA JUGA:  Doa dan Cinta Untuk Indonesia, Rutan Kelas I Bandar Lampung Gelar Doa Bersama Insan Pemasyarakatan

“Kami ingin WBP tidak hanya menjalani masa hukuman, tapi juga mengalami transformasi pribadi. Pramuka menjadi salah satu wadah yang efektif untuk membangun kembali nilai-nilai positif seperti kejujuran, kerja sama, dan kedisiplinan,” ujar Kalapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati.

Ia menambahkan, kegiatan Pramuka juga turut membantu proses reintegrasi sosial, karena para warga binaan belajar untuk hidup teratur, saling menghargai, dan bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, suasana kegiatan yang penuh semangat dan kekeluargaan turut menciptakan lingkungan Lapas yang lebih kondusif dan positif.

BACA JUGA:  Kasdim 0410/KBL Hadiri Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua PN Tanjung Karang

“Melihat antusiasme mereka, kami yakin kegiatan ini memberi dampak nyata. Banyak warga binaan yang merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk berubah,” tambah Heru, instruktur pembinaan.

Ke depan, Lapas Kelas I Bandar Lampung berencana mengikutsertakan warga binaan dalam kegiatan pramuka tingkat daerah, serta mengembangkan satuan karya (saka) khusus berbasis keterampilan, seperti Saka Wana Bakti dan Saka Bhayangkara, sebagai bentuk pengembangan program yang lebih luas.