Betiklampung.com, Metro —
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro kembali melaksanakan program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan beragama Nasrani melalui kegiatan kebaktian yang digelar di Aula M. Arif Balau, Kamis, (28/8/2025).
Sebanyak enam orang Warga Binaan beragama Kristen mengikuti kegiatan yang dipimpin langsung oleh David Jati, yang berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Lampung, dengan pendampingan dari petugas Lapas Metro. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, lancar, dan aman.
Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tunggul Buono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembinaan di Lapas.
“Kami berharap kegiatan kerohanian ini dapat menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk memperdalam iman, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kesadaran bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri,” ujar Tunggul.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Ade Hari Setiawan, yang menyebutkan bahwa kegiatan kerohanian tidak hanya berfokus pada pembekalan spiritual, tetapi juga pembentukan karakter dan moral.
“Pembinaan ini bertujuan agar Warga Binaan semakin menyadari kesalahannya di masa lalu dan tidak mengulangi perbuatan pidana. Dengan keimanan yang kuat, kami yakin mereka akan lebih siap untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan peserta kebaktian mengaku merasakan ketenangan batin dan motivasi baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya merasa lebih tenang dan punya harapan untuk berubah. Kegiatan ini membuat saya sadar bahwa Tuhan masih memberi kesempatan untuk memperbaiki hidup. Saya ingin membuktikan bahwa setelah bebas nanti, saya bisa menjadi orang yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Metro menegaskan komitmennya untuk terus memenuhi hak Warga Binaan dalam memperoleh pembinaan, baik secara jasmani maupun rohani, untuk mencapai tujuan dari sistem pemasyarakatan.

